Rekomendasi

Ritual Jamasan Wayang Orang Sriwedari, Merawat Tanpa Tujuan Mempusakakan

Selasa, 02 Oktober 2018 : 21.58
Published by Hariankota
Jamasan wayang orang (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
KOTA SOLO banyak orang mengenal dengan nama itu. Sebuah kota yang secara administratif atau resmi nya adalah Kota Surakarta , Kota seluas 44 km2 terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten di sekitarnya yaitu Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Sragen, Klaten dan Wonogiri.

Selain dilewati sungai legendaris di Indonesia yaitu sungai Bengawan Solo di sisi timur, di kota ini pun terdapat dua kerajaan yang paling terkenal, yaitu Kraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran.

Dari kedua Kraton inilah lahir budaya Jawa yang kuat hingga saat ini. Salah satunya adalah wayang orang. Karena begitu cintanya akan budaya ini, hingga saat ini berbagai ritual pun digelar. Salah satunya jamasan wayang orang. Sapto Nugroho Wartawan hariankota.com (CMI Network) melaporkan jalannya jamasan wayang orang untuk majalah SWA Hindu edisi Kamis 4 Oktober 2018.

SOLO - SAPTO NUGROHO

(Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SEJUMLAH orang dengan menggenakan busana adat jawa menggelar upacara ritual jamasan atau mencuci untuk membersihkan berbagai benda atau properti pendukung pentas wayang orang di dalam gedung wayang orang Sriwedari, Solo, Selasa (2/10/2018).

Agus Prasetyo, kordinator pertunjukan wayang orang Sriwedari sekaligus koordinator jamasan menjelaskan, ritual yang digelar merupakan bentuk penghormatan kepada properti dan hal - hal lain yang memiliki aura keindahan di kawasan gedung wayang orang Sriwedari.

"ini merupakan kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan setiap bulan Suro," terangnya kepada hariankota.com.

Beberapa properti yang dijamas dengan air kembang dalam acara tersebut, diantaranya ; figur patung perempuan yang menggenakan busana jawa bernama, Nyai Denok ; seperangkat gamelan ; kostum pertunjukan wayang ; dan juga sebuah patung Gatotkaca yang berada di depan gedung.

"Semua kami bersihkan, tidak hanya secara fisik tapi semua properti ini telah menjadi benda yang penting, semacam pusaka bagi para seniman - seniwati disini, tanpa bermaksud mempusakakan. Seperti halnya kita menghormati bendera merah putih yang merupakan benda pusaka negara," jelasnya.

Setidaknya, menurut Agus ada filosofi yang bisa diteladani oleh para pelaku seni yang terlibat dalam pertunjukan wayang orang Sriwedari dari ritual jamasan ini yakni, tentang menghargai benda - benda yang selama ini menjadi bagian dari pertunjukan.

"Dari kegiatan ini, harapannya dalam bekerja (pentas), kami selalu dapat menjunjung tinggi kejujuran dan nilai - nilai kebenaran atas segala sesuatu yang di gambarkan melalui bermacam tokoh pewayangan," ujarnya.

Selain itu, Agus juga berharap wayang orang Sriwedari yang telah berumur 108 tahun ini bisa menjadi pusatnya seni budaya khususnya seni pertunjukan wayang orang, dan tetap bisa bertahan dari derasnya arus perubahan jaman. 

Artikel selengkapnya Suro di Pulau Jawa, baca di edisi majalah "SWA HINDU" edisi 8587 dengan judul Jamasan Wayang Orang Tradisi Jawa Pusaka Peninggalan Nenek Moyang, terbit setiap Kamis. Untuk berlangganan hubungi bagian sirkulasi di nomer telepon 087771256890
 

Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners