Rekomendasi

Spesies Anjing Langka Mirip Serigala Ditemukan di Dataran Tinggi Papua

Sabtu, 13 Oktober 2018 : 11.41
Published by Hariankota
Spesies Anjing Langka Mirip Serigala Ditemukan di Dataran Tinggi Papua (Foto: Ist)
MANOKWARI - Para peneliti Universitas Papua dan Papua Barat menemukan spesies anjing baru yang mirip serigala. Lebih dari tiga dasawarsa, para peneliti ini terus meneliti spesies yang tinggal di dataran tinggi Grasberg, area PT Freeport Indonesia, Papua.

Spesies ini oleh para peneliti diberi julukan "Singing Dog". Pasalnya, anjing ini memiliki keunikan yaitu, tidak menggonggong, namun anijng tersebut kerap mengeluarkan suara lolongan panjang seperti sedang bernyanyi.

Spesies anjing tersebut ditemukan hidup di dataran tinggi sekitar 7 ribu meter di atas pernukaan laut.

Penemuan spesies langka ini merupakan kerja dari para peneliti Universitas Cenderawasih Papua yang bekerja sama dengan New Guinea Highland Wild Dog Foundation. Mereka gigih menemukan spesies anjing yang diketahui hidup di dataran tinggi di Kabupaten Mimika, Papua.

Hendra Maury salah satu peneliti dari Universitas Cenderawasih, mengatakan, keberadaan anjing tersebut untuk pertama kalinya ditemukan dan dilihat secara kasat mata oleh seorang geologis berkembangsaan Amerika Serikat, Ronald Pecocz, dalam 'Ekspedisi Ronald Pecocz' di Papua pada 1980.

"Kalau kita berpikir anjing pasti mengonggong. Kenapa dia dibilang 'Singing Dog' karena dia melolong," kata Hendra saat berbincang dengan hariankota.com di Manokwari, kemarin.

"Lihat perawakannya kekar sekali, tetapi ada prilaku-prilaku khusus yang ditunjukan. Mulai dari cara berinteraksi. Jadi berkomunikasi dengan anjing yang lain dengan cara melolong," imbuhnya sambil memperlihatkan foto anjing tersebut.

Penelitian Singing Dog, pertama kali dilakukan tim peneliti dari Universitas Negeri Papua bersama James Mcintyre, seorang peneliti dari New Guenia Highland Wild Dog Foundation di Amerika Serikat.

Para peneliti berhasil menangkap hidup-hidup anjing tersebut dan mengambil sampel DNA dari darah, rambut, dan jaringan kulit untuk diuji secara ilmiah melalui analisa genetik.

(Foto: Ist)
Penemuan spesies baru anjing dataran tinggi ini telah dipublikasikan di Internasional Conference on Biodiversity Ecotourism and Cretive Economy atau ICBE 2018 di kantor Gubernur Papua Barat. Habitat Singing Dog adalah dataran tinggi, minimal 3.000 meter di atas permukaan laut.

Hewan ini biasa hidup berkelompok yang terdiri dari empat ekor anjing. Pimpinan kelompok adalah anjing jantan, dengan tiga ekor betina. Oleh masyarakat asli Suku Amume dan Kamoro, anjing ini dianggap sebagai nenek moyang mereka.

Penulis: Irfan Sanjaya
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More