Rekomendasi

Takut Terpapar Polusi Bau Limbah PT RUM, Puluhan Warga Termasuk Bayi Mengungsi

Rabu, 03 Oktober 2018 : 18.30
Published by Hariankota
Takut Terpapar Polusi Bau Limbah PT RUM, Puluhan Warga Termasuk Bayi Mengungsi (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Sejumlah warga yang tinggal di kawasan sekitar pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, mengungsi keluar desa lantaran trauma menghirup udara yang diduga kembali terpapar limbah dari pabrik yang memproduksi serta rayon tersebut.

Informasi yang diperoleh hariankota.com, Rabu (3/10/2018), beberapa warga mengungsi ke Kantor PKK Kecamatan Nguter sejak beberapa hari terakhir tepatnya, setelah PT RUM melakukan uji coba produksi.

Neng Maryati (35) Warga Dukuh Sidorejo, Desa Plesan, Kecamatan Nguter,bersama suami dan bayi yang baru dilahirkannya, sudah beberapa hari terakhir mengungsi ke Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) Pengkol, demi kesehatan bayinya.

Keluarga muda ini dan seratusan warga lain yang rumah tinggalnya tak jauh dari lokasi PT RUM, jika malam hari tidak berani tidur dirumah lantaran khawatir kesehatannya terganggu akibat menghirup bau limbah yang kembali muncul.

"Saya trauma, nggak berani pulang karena takut bau limbah itu akan mempengaruhi kesehatan bayi saya. jadi terpaksa mengungsi disini (PKD-Red)," kata Neng.

Tuntutan warga agar uji coba produksi yang tengah dilakukan PT RUM supaya dihentikan sesuai surat Bupati Sukoharjo bernomor 660.1/4079/IX/2018 tertanggal 28 Sepetember lalu, nampaknya belum membuahkan hasil akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Tokoh Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Sukoharjo, Ari Suwarno mengatakan, sejatinya bau limbah menyengat sudah muncul sejak pertengahan September pada awal uji coba produksi.

"Warga tidak tahan menghirup udara yang tercemar oleh bau limbah pabrik. Bahkan beberapa ikan juga ditemukan mati tak jauh dari pipa saluran pembuangan limbah cair. Kami minta PT RUM mematuhi surat dari Bupati," tandasnya.

Dalam sebuah nota kesepakatan yang dihasilkan melalui mesyawarah pada, Selasa (2/10/2018) kemarin, PT RUM melalui Mochammad Rahmat, selaku Direktur Umum menyampaikan, pihaknya menyadari bahwa uji coba produksi yang dilakukan belum sepenuhnya sempurna.

PT RUM menghormati surat Bupati Sukoharjo tetapi belum bisa menghentikan uji coba dengan dalih masih perlu beberapa hari untuk melakukan evaluasi yakni, selama 5 hari, terhitung sejak kesepakatan ditandangani (Selasa).

Untuk itu dijanjikan, jika dalam waktu 5 hari masih ada kendala terkait uji coba produksi, maka akan dilakukan penghentian operasional mesin produksi. Sementara, Sekretaris PT RUM, Bintoro Dibyoseputro menambahkan, hingga kini pihaknya masih menyelesaikan pekerjaan internal untuk menyempurnakan proses.

"Terutama di titik - titik minoryang ada uapan namun belum tersedot oleh alat pengurai gangguan kualitas udara (ambient)," pungkasnya.

Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More