Rekomendasi

Terpuruk di Porprov, Kado "Pahit" Jelang HUT Karanganyar ke 101

Rabu, 31 Oktober 2018 : 18.33
Terpuruk Di Porprov, Kado "Pahit" Jelang HUT Karanganyar Ke 101 (Foto: Iwan Iswanda/hariankota)
KARANGANYAR - Kontingen Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Karanganyar, terpuruk diajang olah raga se Jawa tengah yang baru berlangsung di kota Solo, beberapa waktu lalu. Kontingen Karanganyar tidak berhasil membawa pulang 13 emas sesuai dengan target yang ditentukan.

Dari 35 peserta Porprov, Karanganyar menempati posisi 29, dengan meraih 4 emas, 9 perak dan 21 perunggu. Padahal dalam Porprov yang sebelumnya berlangsung di Banyumas, Karanganyar menempati posisi ke 14 dengan meraih 14 medali emas.

Koordinator Masyarakat handarbeni Karanganayar (Mahaka), Kiswadi Agus, kepada hariankota.com, mengatakan, terpuruknya prestasi olah raga di Karanganyar ini, merupakan wujud ketidak mampuan KONI dalam membina olah raga sehingga gagal di Porprov Jawa Tengah.

Menurut Agus, jika melihat anggaran yang dikeluarkan untuk pembinaan olah raga di Karanganyar yang mencapai Rp2,9 miliar, ditambah lagi di anggaran perubahan, sangat tidak sebanding dengan prestasi yang dicapai.

“Dengan anggaran besar, seharusnya dapat melakukan persiapan dengan matang, dengan mencari bibit unggul di masing-masing cabang olah raga, yakin berhasil. Hal ini kan tidak dilakukan oleh KONI,” kata Agus di Karanganyar.

Agus juga mengungkapkan, dalam menghadapi Porprov, KONI tidak melakukan training center (TC) bagi para atlit yang akan berlaga membela Karanganyar. Padahal, menurut Agus, TC itu sangat penting untuk mendisiplinkan atlit untuk meraih target yang ditentukan.

“Bagaimana mau berhasil. Persiapan saja tidak matang. Karena ini kegagalan, saya minta ketua KONI mengundurkan diri saja dan meminta maaf kepada masyarakat karena kegagalan prestasi olah raga di ajang Porprov. Mengundurkan diri jauh lebih elegan, ini sangat memalukan. Ini kado yang sangat pahit menjelang HUT Karanganyar,” tandasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi hariankota.com melalui telepon selularnya, ketua KONI Karanganyar, Suprapto, mengakui kegagalan kontingen bumi Intanpari di ajang Porprov.

Namun, menurutnya, jika dilihat proses dari awal, atlit karanganyar dari berbagai cabang olah raga yang dipertandingkan, sebanyak 34 atlit melaju ke semifinal. Dari 34 atlit tersebut, 13 atlit melaju ke final.

"Faktanya memang kita gagal memenuhi target. Tapi kalau melihat proses awalnya, target perolehan tiga belas emas, tidak terlalu jauh. Kami sudah berusaha maksimal,” kata dia.

Suprapto juga mengakui, TC secara terpusat, tidak dilakukan KONI dalam menghadapi Porprov. Hanya saja, masing-masing cabang olah raga melakukan TC sendiri, dibawah pemantauan KONI.

“Kami tidak melakukan TC secara terpusat, namun kami serahkan ke masing-masig cabang olah raga, tapi tetap kami pantau,” ujarnya.

Mengenai anggaran sebesar Rp2,9 miliar untuk pembinaan olah raga di Karanganyar, Suprapto menjelaskan, jika anggaran tersebut bukan hanya untuk porprov, tapi untuk pembinaan olahraga secara keseluruhan di Karanganyar, juga untuk bonus bagi atlit yang meraih medali, baik emas, perak maupun perunggu.

Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Irawan

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners