Rekomendasi

50 Mahasiswa Hindu dari 13 Universitas se Indonesia Ikut Kemah Religi Di Karanganyar

Selasa, 27 November 2018 : 11.21
50 Mahasiswa Hindu dari 13 Universitas se Indonesia Ikut Kemah Religi Di Karanganyar (Foto:Iwan Iswanda/hariankota)

KARANGANYAR - Radikalisme merupakan barang impor, namun sudah diproduksi di dalam negeri, sehingga penangkalnya adalah saling membuka adanya perbedaan budaya di tanah air, kebhinekaan dan keragaman yang ada di setiap daerah di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Dirjen Bimas Hindu Kementerian agama, Prof I Ketut Widya kepada sejumlah awak media sebelum membuka kemah religi yang diikuti  50 mahasiswa hindu dari 13  universitas keagamaan hindu di Indonesia, di Sekipan tawangmangu, Senin (26/11/2018) sore.

Menurut I Ketut Widya, kemah religi yang akan berlangsung mulai Selasa (27/11/2018) hingga Kamis (29/11/2018) tersebut, bertujuan untuk menangkal radikalisme dan terorisme yang makin marak di Indonesia.

Mahasiswa yang ikut kemah menjalani hidup bersama dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya, untuk menambah wawasan kebangsaan.

‘’Ini bentuk keprihatinan kita terhadap  perkembangan wawasan kebangsaan bangsa ini. Dengan berkemah bersama, hidup dalam satu tenda dengan peserta berlatar belakang budaya berbeda, akan tumuh rasa toleransi dan memahami budaya serta bertambah rasa kebangsaan yang mereka miliki,’’ kata I Ketut Widya.

Dijelaskkannya, selama tiga hari, para mahasiswa yang berasal dari Kendari, Palu, bali, Klaten, Palangkaraya ini, akan menerima ceramah dan diajak berdiskusi untuk menyelami kehidupan bersama, dan mendapatkan tutorial tentang yoga yang menjadi bagian peribadatan hindu, dan hipnoterapi yang menghadirkan master hipnoterapi dari Bali.

‘’Saat hidup bersama dalam satu tenda itu, mereka diharapkan saling kenal satu sama lain, dan memahami perbedaan sehingga  tumbuh kebersamaan dan saling menjiwai adanya perbedaan dan kebhinekaan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Direktorat Pendidikan tinggi Hindu, Made Santika mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari revolusi mental untuk menguatkan karakter mahasiswa, dan tidak mungkin diselenggarakan di hotel sehingga harus dilaksanakan di alam terbuka, harmoni, untuk belajar dengan alam dan diri sendiri.

Mereka akan terbuka wawasan untuk saling toleransi dan memahami alam dan sesama manusia.

Jurnalis: Iwan Iswanda
Editor: Rahayu


Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners