Rekomendasi

Bawaslu Serahkan Sanksi Dua ASN Lakukan Kampanye ke KASN

Rabu, 14 November 2018 : 00.00
Published by Hariankota
Ilustrasi
KOTA MALANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang sudah menangani dua dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebelum kasus postingan facebook dari akun Bambang Setiono yang ternyata pegawai ASN Pemkot Malang, Bawaslu sudah terlebih dahulu menangani kasus dugaan kampanye oleh salah satu dosen UIN Maliki Malang.

Komisioner Bawaslu Kota Malang Bidang Penyelesaian Sengketa, Rusmifahrizal Rustam mengatakan telah menangani dua kasus dugaan kampanye oleh ASN.

"Ini yang kedua, sebelumnya dosen UIN Maliki Kalau yang itu sudah kita kirim rekomendasinya ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) Jakarta. Kasusnya sama dukungan postingan ke salah satu calon pada bulan September lalu," ujar Rustam kepada hariankota.com, di kantornya Jalan Teluk Cenderawasih Nomor 1 Kota Malang.

Sama dengan kasus kedua di kasus pertama oknum ASN yang merupakan dosen UIN Maliki Malang memposting salah satu dukungan ke pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 Pilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Menurut Rustam, untuk kasus Bambang saat ini pihaknya juga akan menerapkan langkah serupa dengan yang pertama. Pihaknya akan melakukan kajian dan pembahasan pasca keterangan dari ASN yang bersangkutan di kantor Bawaslu, Selasa siang (13/11/2018).

"Kita akan melakukan pengkajian dan pembahasan dalam seminggu ke depan. Sebelum akhirnya menetapkan melalui sidang pleno dan dikirimkan rekomendasi ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta," terangnya.

Namun saat ditanya apa sanksi bagi ASN tersebut, Rustam hanya menyatakan wewenang ada di tangan KASN di Jakarta.

"Itu sanksinya yang memberikan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di jakarta. Yang memberikan sanksi itu KASN di Jakarta atas dasar rekomendasi Bawaslu. Satu minggu ini akan kita selesaikan," jelasnya.

Sebelumnya, akun FB milik Bambang Setiono mengunggah beberapa postingan yang berisi kalimat tidak semestinya. Misalnya pada postingan yang diunggah pada tanggal 9 September lalu. Bambang menuliskan, saya tidak membenci pak Jokowi tapi tolong tunjukkan kepada saya prestasi apa dalam memimpin bangsa ini saya tunggu jawabannya.

Selanjutnya pada tanggal 22 Oktober, Bambang kembali memposting sebuah kalimat berbunyi Dasar Negara Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa bukan Pancasila. Postingan itu pun mendapat tanggapan beragam dari netizen.

Kemudian pada tanggal 24 Oktober, Bambang kembali memposting sebuah kiriman yang berisi tentang 2019 Ganti Presiden.

Penulis: Miadaada
Editor: Bagya Komang

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More