Rekomendasi

Buaya Tak Juga Muncul, Tim Gabungan Siapkan Langkah Penangkapan

Senin, 19 November 2018 : 17.51
Published by Hariankota
BOJONEGORO - Hari ketiga pasca penemuan beberapa ekor buaya di Sungai Bengawan Solo, tim gabungan dari BPBD, TAGANA, kepolisian, TNI, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) masih terus melakukan pengamatan.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bojonegoro, Eko Susanto menyatakan hasil dari pengamatan hingga hari ketiga pasca muncul pada Jum'at lalu, belum membuahkan hasil.

"Buaya masih dalam pengamatan, sementara ini masih landai. Kita juga terus kordinasi dengan BKSDA dalam pengamatannya," ungkap Eko dihubungi hariankota, Senin sore (19/11/2018).

Meski belum tampak segala kemungkinan sudah dirancang tim gabungan untuk menangkap buaya jenis muara ini, sambil menunggu instruksi dari BKSDA wilayah 2 Jawa Timur.

"Tunggu intruksi dari KSDA,  kalau dalam pengamatan nanti ternyata mereka (buaya - buaya) tersebut membuat habitat baru di tempat tersebut akan dikonservasi ke habitat yang aman," jelasnya.

Terkait teknik penangkapannya BPBD, masih menunggu kebijakan dari BKSDA. "BPBD akan mendukung sepenuhnya bila diperlukan," pungkasnya.

Sebelumnya, warga Sungai Bengawan Solo tepatnya antara Desa Kalisari dan Lebaksari Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro dan Desa Jepuro, Kecamatan Widang, Tuban, dibuat geger pada Kamis sore kemarin 15 November 2018 lantaran adanya warga yang diduga melihat 6 ekor buaya tengah berada di permukaan Sungai Bengawan Solo dan sempat menepi.

Warga yang ketakutan langsung melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa diteruskan ke aparat keamanan dan instansi terkait.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More