Rekomendasi

Bursa Inovasi Desa 2018, Jamu Gendong Nguter Jadi Ikon Sukoharjo

Kamis, 15 November 2018 : 16.36
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo di kenal luas merupakan sentra produksi jamu tradisional yang melegenda dengan sebutan Jamu Gendong. Produk jamu berbahan baku dedaunan rempah - rempah ini, secara turun temurun resep meraciknya diwarisi warga dari para leluhurnya sejak zaman kerajaan mataram kuno.

Keunikan produksi jamu Nguter terletak pada cara pembuatannya. Semua dikerjakan dengan tenaga tangan manusia alias manual. Mulai membersihkan bahan baku kemudian direndam dalam satu wadah air, hingga menumbuk semua bahan baku sampai hancur di dalam lumpang sama sekali tanpa bantuan mesin modern.

Tak heran jika disetiap kesempatan, produk yang dulunya dikenal dijajakan dengan cara digendong sambil berjalan kaki ini menjadi ikon Kabupaten Sukoharjo.

Dalam tiap kegiatan pameran, produk ini menjadi bagian tak terpisahkan untuk ditampilkan. Seperti pada kegiatan Bursa Inovasi Desa 2018 se Kabupaten Sukoharjo yang selenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sukoharjo di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah Graha Wijaya, Sukoharjo, Kamis (15/11/2018).

Sebuah stand berisi puluhan botol jamu tradisional ukuran 1 liter dari Kecamatan Nguter terlihat paling menonjol diantara puluhan stand lainnya dalam acara yang digelar sehari ini.

"Dulu awalnya jamu produksi warga Nguter ini hanya dijajakan berkeliling di sekitar Sukoharjo saja, namun sekarang mereka akhirnya banyak yang melancong ke kota - kota besar hingga dikenal masyarakat luas," terang Siti (25) peserta Bursa Inovasi Desa kepada hariankota.com.

Seiring berkembangnya zaman, saat ini mereka yang masih eksis berjualan jamu tak lagi berkeliling dengan jalan kaki. Mereka, mayoritas kaum perempuan ini mulai menggunakan sepeda kayuh atau sepeda motor.

Sementara, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya pada kesempatan membuka kegiatan mengatakan, Bursa Inovasi Desa merupakan upaya Kementerian Desa dalam menanggulangi kemiskinan, perkembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam, layanan sosial, dan insfrastruktur.

Ditopang dukungan pemerintah dengan memanfaatkan dana desa, tidak hanya jamu tradisional saja yang dikembangkan, tapi produk - produk lain juga diminta berinovasi agar menjadi produk bernilai ekonomi.

"Masyarakat desa bisa menyerap dana desa untuk mengembangkan menjadi inovasi dan kreatifitas didesa. Dengan penggunaan dana desa yang efektif, masyarakat desa diharapkan semakin sejahtera," kata Wardoyo.

Tak hanya itu, Wardoyo juga berharap penyelenggaraan ini juga dapat memicu desa lain untuk menggunakan dana desa. "Disini masyarakat dapat melihat serta menjadi inspirasi bagi Desa lain untuk mengembangkan inovasi," pungkasnya.

Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Rahayu

Share this Article :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners