Rekomendasi

Cabuli Anak Tiri dan Anak Kandung, Dua Ayah di Asahan Terancam Hukuman Kebiri

Minggu, 25 November 2018 : 19.51
Ilustrasi
ASAHAN - Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur terjadi di dua lokasi berbeda di Asahan, Sumatera Utara.

Ironisnya, pelaku pencabulan justru dilakukan oleh orang terdekat mereka sendiri.

Kapolres Asahan, AKBP Faisal F. Napitupulu mengatakan tersangka pertama berinisial KBN (35) warga Dusun IV, Desa Sei Nangka, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan ditangkap di rumahnya pada Sabtu (17/11/2018) lalu berdasarkan laporan anak tiri pelaku yang berinisial SPP (10) didampingi ibunya berinisial M warga Desa yang sama.

"Berdasarkan keterangan ibu kandung korban berinisial M, peristiwa tersebut terjadi Jumat (16/11/2018) lalu. Saat itu korban SPP tampak menangis setelah pulang sekolah, kemudian korban menceritakan kepada pihak keluarga bahwa dirinya (korban) sudah tidak tahan lagi terhadap perbuatan pelaku KBN yang juga sebagai ayah tiri korban karena kerap kali dicabuli. Mendengar keterangan korban, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian ke Mapolres Asahan," kata Kapolres Asahan, AKBP Faisal F. Napitupulu kepada awak media, Minggu (25/11/2018).

Berdasarkan hasil interogasi, lanjut Kapolres Asahan, pelaku KBN menjelaskan bahwa perbuatan tersebut dilakukan karena istri tersangka berinisial M sering menolak untuk melakukan hubungan intim, maka dari itu, pelaku KBN melampiaskan nafsunya kepada korban SPP.

"Perbuatan tersangka KBN tersebut sudah berlangsung sejak korban SPP masih duduk di bangku kelas 4 SD atau sekitar tahun 2015 lalu, " jelasnya.

Kemudian untuk tersangka kedua berinisial AHS (43) warga Dusun VII, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan.

Pelaku AHS diduga melakukan persetubuhan terhadap anak kandung di bawah umur berinisial VS penduduk Desa yang sama pada tanggal 15 September 2018 lalu.

"Saat itu pelaku AHS setelah selesai minum tuak pulang ke rumah, saat itu pelaku melihat korban VS sedang tidur diruang tamu bersama dengan abang korban, kemudian pelaku AHS menggendong VS sembari menciumi bibir serta menurunkan celana dan pakaian dalam VS. Namun, istri pelaku berinisial YMH kemudian memergokinya dan akhirnya istri tersangka melaporkan peristiwa cabul tersebut ke Mapolres Asahan," terang Faisal.

Faisal menjelaskan bahwa petugas yang menerima kedua laporan tersebut langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap kedua pelaku di dalam rumahnya masing-masing.

"Anak merupakan aset bangsa jadi harus sama-sama kita jaga. Saya imbau kepada masyarakat khususnya para orang tua agar tidak ada lagi kejadian yang merugikan anak. Apabila ada kejadian yang menimpa ataupun merugikan anak, kami akan lakukan tindakan tegas. Karena tindak pidana terhadap anak ini bukan merupakan kejahatan biasa, tapi termasuk dalam Serious Crime (kejahatan serius). Kejahatan terhadap anak ini bukan hanya menjadi perhatian Pemerintah tetapi sudah menjadi perhatian dunia Internasional," jelas mantan Kapolres Nias Selatan itu.

Dalam proses penyidikan, pihak Polres Asahan bekerjasama dengan Lembaga Pemerhati Anak untuk memberikan pendampingan kepada pihak korban.

"Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) (2) Subsider Pasal 82 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman Kebiri atau hukuman penjara paling lama 15 tahun," pungkas AKBP Faisal.

Jurnalis: Habibi
Editor: Gunadi


Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners