Rekomendasi

Dandim Sukoharjo: Program TMMD Sengkuyung Pacu Akselerasi Pembangunan Daerah

Selasa, 13 November 2018 : 23.00
Dandim Sukoharjo : Program TMMD Sengkuyung Pacu Akselerasi Pembangunan Daerah ( Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo Letkol Inf Candra Ariyadi Prakosa menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III yang di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Selasa (13/11/2018).

Ditopang sumber dana dari APBD Provinsi Jateng dan APBD Kabupaten Sukoharjo, total Rp 417,2 juta ditambah swadaya masyarakat, kegiatan bertujuan memberi manfaat postif bagi masyarakat ini bisa selesai 100 persen untuk seluruh program, baik fisik maupun non fisik

"Dua program utama dalam TMMD kali ini, yakni, untuk sasaran fisik masing-masing pembangunan jalan makadam sepanjang 740 meter, pembangunan rabat beton 740 meter, pemugaran masjid 2 unit, pemugaran pos kamling 2 unit, pembuatan MCK 3 unit, serta pembuatan jamban keluarga 3 unit," terang Dandim kepada hariankota.com.

Sedangkan untuk sasaran non fisik, Dandim menyebutkan antara lain melaksanakan penyuluhan pendidikan dan penyuluhan bela negara, penyuluhan hukum Kamtibmas, serta sosialisasi tentang pembangunan di Sukoharjo sendiri.

"Manfaat program TMMD sendiri, selain memperlancar arus lalulintas perekonomian desa, juga meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta Kamtibmas. Selain itu juga melestarikan budaya gotong royong melalui kemanunggalan bersama TNI," jelasnya.

Selain program TMMD, saat ini Kodim 0726/Sukoharjo juga berhasil melakukan pembinaan terhadap petani di Desa Jagan, Kecamatan Bendosari dengan demplot sistem pertanian Integrated Farming, atau perpaduan sawah, memelihara ikan dan ternak ayam dalam satu area.

"Sistem demplot yang telah kami laksanakan merupakan program dan perintah dari Mabes TNI AD untuk penyelenggaran pembinaan ketahanan pangan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat serta meningkatkan ketersediaan logistik," ujarnya.

Menurut Dandim, melalui pola tersebut, limbah ternak dapat digunakan sebagai pupuk kesuburan tanah. Sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk lainnya. Dan hasilnya, sekarang bisa panen 3-4 kali dalam setahun, dibanding sebelumnya hanya 1-2 kali.

"Sebelumnya, petani disana sudah menyerah setiap musim kemarau tiba karena tidak adanya ketersediaan air yang cukup. Mereka hanya mengandalkan pertanian tadah hujan," kata Chandra.

Dengan dibuatkan sumur dalam dengan kedalaman sekira 90 meter, sekarang untuk pengairan sudah tidak ada masalah lagi. Dandim optimis pola Integrated Farming bisa diterapkan di lahan lainnya.

"Ada lahan potensial 200 hektare di sana. Dan kami sudah sampaikan hal ini kepada pemerintah daerah agar juga bisa diterapkan didaerah lainnya, khususnya didaerah ekstrim. Mengenai investasi untuk pembuatan sumur dalam, masih sebanding dengan hasil yang didapatkan,” pungkasnya.

Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Viral

Loading...

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners