Rekomendasi

Diduga Selewengkan Dana Desa Rp 250 Juta, Kades Dilaporkan Warga ke Polda Jateng

Kamis, 08 November 2018 : 19.30
Diduga Selewengkan Dana Desa Rp 250 Juta, Kades Dilaporkan Warga Ke Polda Jateng (Foto:Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Sejumlah warga Desa Grogol, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo melaporkan Kepala Desanya sendiri, berinisial HPS ke Dirkrimsus Polda Jateng atas dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) Tahun 2018 sebesar Rp 250 juta.

Uang negara sebanyak itu, dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) desa tahun 2018, oleh Kades digunakan untuk membangun gedung serba guna desa. Padahal sepengetahuan warga, gedung yang dimaksud sudah berdiri sejak 2017, jauh sebelum dana dari pemerintah itu cair.

"Ini kan nggak masuk akal. Gedung sudah jadi, kok diajukan lagi anggarannya," kata Joko Santosa salah satu warga RT 01 / RW 01 Dukuh Grogol, Desa Grogol, Kamis (8/11/2018).

Warga yang difasilitasi LSM Gerakan Anti Korupsi Independen (GAKI) Sukoharjo ini mengaku, sebelum melapor ke Polisi sudah berupaya meminta penjelasan, namun jawaban Kades dinilai tidak masuk akal. Atas penjelasan Kades, warga tidak bisa menerima.

"Setelah didesak, katanya uang itu (Dana Desa) untuk membayar hutang pembangunan gedung serba guna yang sudah berdiri sejak 2017 tahun lalu itu," tambahnya.

Ketua Umum GAKI, Didik Budiyanto kepada hariankota.com menyebutkan, semula pihaknya telah mengadukan dugaan penyelewengan ini ke Polda Jateng pada, 27 September 2018 silam. Hanya saja karena belum ada tindak lanjut, maka pada 3 Nopember 2018 kemarin, surat laporan resminya kemudian dikirim.

"Materi laporan adalah, Kades Grogol dalam pengelolaan keuangan desa, patut diduga tidak menjalankan sesuai azas yakni, partisipatif, transparan, akuntabilitas dan tertib disiplin angggaran," paparnya.

Menurutnya, Kades Grogol telah melakukan perbuatan yang menyimpang, lantaran dalam penggunaan DD tidak sesuai dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014. Oleh karenanya GAKI menduga telah terjadi penyelewengan atau korupsi, dan mendesak penegak hukum segera bertindak.

"Contoh penyimpangannya yakni, semua proyek pembangunan ditangani langsung Kades. Bahkan pengadaan barang dan jasa, semua ditangani sendiri tanpa ada yang tahu," paparnya.

Dalam laporannya ke Polisi, Didik juga menyebut perbuatan Kades Grogol yang patut diduga melakukan penyelewengan DD tahun 2018 ini, telah mengakibatkan kerugian negara

"Ini benar - benar luar biasa. Manakala gedung sudah berdiri megah, tetapi tetap dialokasikan dana untuk pembangunan. Sebuah bentuk penyimpangan tersistem sehingga muncul dobel anggaran," tandasnya.
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners