Rekomendasi

Dikawal Ketat Polisi, Sidang Perdana Laka Mercy, Bos Pabrik Cat Didakwa Pasal Berlapis

Selasa, 06 November 2018 : 16.37
Dikawal Ketat Polisi, Sidang Perdana Laka Mercy, Bos Pabrik Cat Didakwa Pasal Berlapis (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SOLO - Puluhan aparat kepolisian bersenjata lengkap dari Polresta Solo mengawal jalannya sidang perdana kasus kecelakaan maut, Mery versus sepeda motor yang diduga ada unsur kesengajaan untuk membunuh dengan terdakwa Iwan Andranacus (40), pengemudi Mercy.

Dalam gelar sidang perdana di Pengadilan Negeri Surakarta Kelas IA Khusus, pada Selasa (6/11/2018) ini, terdakwa hadir di ruang sidang Kusumah Atmadja dengan didampingi tim kuasa hukumnya.

Pantuan hariankota.com sesaat setelah memasuki ruang sidang, terdakwa sebelum duduk di kursi pesakitan sempat menyapa Suharto, ayah korban, almarhum Eko Prasetyo (28) pengendara sepeda motor.

Pada kesempatan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo, Satriawan Sulaksono dan Titiek Mariyani secara bergantian membacakan dakwaan dihadapan tim kuasa hukum terdakwa dengan pasal berlapis.

"Dakwaan 1 primer, berdasarkan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. Terdakwa dengan sengaja merampas nyawa orang lain," ucap Titiek dalam bacaannya.

Dihadapan majelis hakim, Krosbin Lumbangaul, dan hakim angggota, Sri Widiastuti dan Endang Makmum, Titiek dalam dakwaannya memaparkan kronologi kejadian bermula dari cekcok antara korban yang mengendarai sepeda motor, dengan terdakwa yang mengemudikan Mercy di perempatan jalan RM Said, Mangkubumen, Solo, Rabu (22/8/2018) silam.

Dari percekcokan tersebut akhirnya memicu emosi terdakwa hingga ujungnya terjadi penabrakan oleh Iwan dengan mobil Mercy nopol AD 888 QQ di jalan KS Tubun, timur Mapolresta Solo.

"Eko tewas dengan luka pada bagian kepala dilandasi juga hasil visum RSUD Dr Moewardi," sebutnya. Adapun dakwaan pasal subsider alternatif, terdakwa dijerat Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan menyebabkan korban tewas.

"Terdakwa diyakini telah melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban mati," kata Satriawan dalam gilirannya membacakan dakwaan. Selain itu, terdakwa juga dikenai dakwaan pasal alernatif lainnya berupa, Pasal 311 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kasus yang telah menyedot perhatian publik ini, dari keseluruhan pasal yang dibacakan JPU, Iwan yang merupakan bos pabrik cat ternama terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun, atau 7 tahun, atau 12 tahun dari dakwaan.

Sementara itu, menanggapi pembacaan dakwaan dalam sidang perdana ini, kuasa hukum terdakwa, Joko Haryadi bersama tim menyatakan tidak keberatan. Namun meminta pada agenda pemeriksaan saksi selanjutnya agar dilakukan secara transparan.

"Kami tidak keberatan dengan dakwaan jaksa, tapi kita menunggu fakta-fakta persidangan hingga ke depan," pungkasnya.

Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners