Rekomendasi

Edu Park Jilid Dua, Tersangka dan Barang Bukti Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 12 November 2018 : 15.03
KARANGANYAR - Berkas tahap dua lima tersangka kasus dugaan penyimpangan pengadaan pesawat untuk lokasi wisata edupark, dilimpahkan Sat Reskrim Polres Karanganyar ke Kejaksaan negeri (Kejari) Karanganyar.

Pelimpahan tahap dua ini, meliputi pelimpahan para tersangka serta barang bukti. Lima tersangka yang dilimpahkan ke Kejari tersebut, masing-masing, B, IP, YN, JSB dan G. Sebelumnya, setelah sempat bolak-balik dari penyidik ke Kejari, akhirnya berkas ke lima tersangka ini dinyatakan lengkap oleh Kejari Karanganyar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo, melalui Kasi Intel, Subagio Gigih Wijaya, kepada hariankota.com, mengatakan, pelimpahan berkas tahap kedua tersebut dilakukan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar pada tanggal 1 Nopember 2018 lalu dalam perkara tindak pidana korupsi dalam pembangunan taman wisata edukasi dirgantara Karanganyar (Pengadaan Sarana Penunjang Edukasi Dirgantara) Tahun 2015.

“Berkas tahap kedua dari ke lima tersangka sudah kami terima dari penyidik mas,” kata Subagio, melalui telepon selularnya, Senin (12/11/2018).

Menurut Subagyo, terhadap para tersangka tidak dilakukan penahanan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selanjutnya akan segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Tipikor Semarang untuk menjalani proses persidangan.

Dijelaskannya, ke lima tersangka dijerat dengan Pasal 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, kasus ini bermula ketika Pemkab Karanganyar membangun wisata pendidikan (edu park) di lokasi kolam renang Intanpari tahun 2014 lalu.

Di lokasi wisata pendidikan tersebut, dilengkapi dengan tiga unit pesawat, masing-masing dua unit helikopter bekas dan satu unit pesawat Boeing 727 Air Bus 200, dengan total anggaran Rp2 miliar.

Penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar menetapkan 8 tersangka dalam kasus ini. Tiga orang terdakwa telah menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Tipikor Semarang.

Ketiga terdakwa, masing-masing, Purwono, divonis 1 tahun penjara serta denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan (saat iinii sudah bebas, red), sedangkan Berdy dan Syarifuddin yang merupakan rekanan pengadaan pesawat divonis 1 tahun 3 bulan penjara, denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Viral

Loading...

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners