Rekomendasi

Gas 3 Kg Langka di Labuhanbatu, Harga Capai Rp 30 ribu Dipengecer

Senin, 26 November 2018 : 20.33
LABUHANBATU - Warga di Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 Kg. Hal tersebut berdampak pada harga dikalangan pengecer mencapai Rp 30 ribu.

" Langka kali sekarang gas tiga kilo, kalaupun ada dikios pengecer harga nya mahal kali sampai tiga puluh ribu rupiah. Sementara kalau dipangkalan kita antri berjam-jam juga belum tentu kebagian satu tabung pun " keluh Mahyuni boru Siregar warga Rantauprapat, Senin (26/11/2018).

Ibu rumah tangga itu seringkali tergendala memasak dirumah lantaran kehabisan pasokan gas. Dirinya mengaku sering menggunkaan gas subsidi pemerintah tersebut karena perekonomiannya.

"Sering terkendala saat lagi masak, tiba-tiba habis gas. Kalau gas non subsidi ngak sanggup aku belinya, mahal" ucap Nenek puluhan cucu itu.

Terpisah, pemilik kios eceran gas melon di seputaran Rantauprapat saat diwawancarai mengatakan dirinya menjual gas subsidi tersebut dengan harga mencapai Rp 30 ribu.

"Mencapai tiga puluh ribu, kadang dua puluh delapan ribu. Kamikan beli dipangkalan juga dengan harga tinggi jadi kami jual segitu"katanya sembari menyebutkan kalau ia membeli dari pangkalan tanpa disertai bon atau nota pembelian.

Pangkalan Prioritaskan Pengecer

Gas 3 Kg mulai langka di Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut. Pasalnya, diduga sejumlah pangkalan lebih memproritaskan para pengecer daripada menjual kepada warga pengguna rumah tangga.

Hal tersebut sesuai pantauan media ini disalahsatu pangkalan gas elpiji yang beralamat di Jalan Ringo-ringo, Kecamatan Rantau Utara, belum lama ini.

Terlihat sejumlah warga yang memebawa becak sudah menunggu kedatangan mobil gas elpiji 3 kg didepan pangkalan tersebut.
Tak lama berselang datanglah sebuah truk yang membawa gas elpiji subsidi itu.

Dengan cepat penjual dan pembeli mengambil dan menyusun puluhan tabung melon itu kedalam becak barang masing-masing.

Sementara, Abi seorang warga Jalan Manggis, Komplek Pasar Gelugur mengeluhkan bahwa dirinya mengaku tidak diperkenankan membeli satu tabung gas 3kg tersebut dengan alasan diperuntukkan hanya untuk warga Kelurahan Bina Raga saja.

"Aku udah nunggu sebelum datang mobil gas nya, saat datang aku ngak dibolehkan beli dengan alasan hanya untuk warga Kelurahan Bina Raga. Tapi warga yang lebih jauh dibolehkan beli, bahkan puluhan tabung gas tiga kilo itu dibawa pakai becak barang" keluhnya sambari menunjuk kearah becak yang berisi puluhan tabung gas yang disubsidi pemerintah tersebut.

Warga lainnya, Paisal pemuda yang tinggal tak jauh dari Pangkalan itu juga turut mengeluhkan hal yang sama.

"Baru lagi dibongkar gas tiga kilo nya masak dibilang penjual udah abis, masyarakat yang beli aja sedikit, lebih banyak warga yang bawa becak barang yang beli sampai puluhan tabung. Ngak adil pangkalan ini, cabut aja izinnya ini" keluhnya.

Saat becak yang mengangkut puluhan tabung gas subsidi itu berangkat, awak media sempat membuntuti kemana dibawa gas tersebut.

Ternyata benar apa yang dikeluhkan warga, Pangkalan M.Arifin lebih memproritaskan jual kepada pengecer bahkan yang diluar domisi yang ditentukan daripada pengguna rumahtangga.

Pemilik pangkalan M.Arifin saat dikonfirmasi terkait dirinya dituding lebih mengutamakan menjual kepada pengecer dari pada warga pengguna rumah tangga, apalagi pengecer tersebut diluar domisinya. Beliau berdalih bahwa pengecer tersebut sudah menjadi langganannya.

"Kalau becak-becak itu sudah langganan, ini khusus kelurahan binaraga saja" dalihnya sembari meninggalkan awak media dan menutup pintu rukonya.

Terpisah Kabag Ekonomi Pemkab Labuhanbatu, Gargaran Siregar saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa pangkalan elpiji tidak boleh mengutamakan menjual kepada pengecer apalagi diluar domisi.

"Tidak. Harus mengutamakan warga yang berdomisili di wilayah kerjanya dulu serta UKM yang ada di wilayah penyalurannya dan  harga tidak boleh melebihi HET yang di tetapkan oleh pemerintah Setempat (Bupati)" katanya melalui pesan whatsapp.
Operasi Pasar Dinilai Tidak Sesuai Kreteria
Ratusan warga Kecamatan Rantau Utara, langsung menyerbu operasi pasar gas elpiji 3 kilogram (kg) digelar Pertamina, di Jalan Cut Nyakdin, Selasa (20/11/2018) kemarin.

Hal ini terjadi, lantaran elpiji 3 kg sulit ditemukan warga sebulan belakangan. Warga yang ingin mendapat elpiji di operasi pasar itu diwajikan membawa kartu keluarga (KK).

"Harus menggunakan  KTP dan kartu keluarga (KK), meskipun kebutuhan elpiji saat ini belum terpenuhi," kata salahseorang warga. Bahkan mengaku sudah sebulan ini, elpiji 3 kg langka di pasaran, meski ada harga yang dipatok pedagang meroket.

"Sudah sebulan langka bang, biasanya kalau ada harganya Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu, dari harga normal hanya sekitar Rp 16.000," sebutnya.

Pihak Pertamina yang mengelar operasi pasar elpiji subsidi, melalui supir pengangkut gas elpiji 3 Kg hanya memberikan keterangan jumlah tabung yang dibawanya saat melakukan operasi pasar.

"Jumlah keseluruhan tabung 3kg yang saya antar ini berjumlah 560 tabung bang, tapi untuk masalah kelangkaan, silakan bang ke humas," ucap supir pengangkut gas 3kg pegawai Pertamina ini saat di tanyai awak media.

Hingga kini, sudah hampir sebulan lamanya elpiji 3 kilogram langka di pasaran, kelangkaan ini belum diketahui penyebab pastinya.

Pantau hariankota.com dilokasi operasi pasar yang dilaksnakan oleh agen PT. Dwi Putra Bina Makmur dinilai tidak sesuai kreteria operasi pasar yang tertulis dispanduk operasi pasar gas subsidi itu. Warga menengah keatas dan ASN terpantau turut membeli gas subsidi tersebut.

Dari sembilan poin kreteria pasar tersebut, 3 (tiga) poin diantaranya dilanggar oleh PT. Dwi Putra Bina Makmur.

Adapun tiga poin yang tidak dipatuhinya antara lain : Poin ke-6, berbunyi, Setiap pembeli semaksimal mungkin 1 tabung/konsumen RT akhir, poin ke-8 berbunyi, berita acara operasi pasar wajib dibuat dan ditandatangani oleh pemda setempat dan poin ke-9 berbunyi, Konsumen RT kelas menengah keatas + ASN (Aparatur Sipil Negara) DILARANG KERAS MEMEBELI.

Camat Kecamatan Rantau Utara, Andre Nuzul Manik saat dikonfirmasi terkiat operasi pasar tersebut mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu tersebut.

"Ngak tahu saya, tak ada info sama saya, WhatsApp saya habis paket. Sampai sekarang belum ada berita acaranya saya tandatangani " jelasnya kepada awak media diruang kerjanya, baru-baru ini.

Jurnalis: Habibi
Editor: Rahayu


Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners