Rekomendasi

Gas Mulai Langka di Padangsidimpuan, Komisi III Gelar Sidak, Ini Hasilnya

Rabu, 14 November 2018 : 19.52
Gas Mulai Langka di Padangsidimpuan, Komisi III Gelar Sidak, Ini Hasilnya (Foto: Idham/hariankota
PADANGSIDIMPUAN - Kelangkaan gas elpiji 3 kg yang diikuti kenaikan harga gas bersubsidi itu direspon anggota DPRD Padangsidempuan dengan sidak. Pantauan hariankota.com, sejumlah agen gas di Padangsidimpuan tak luput dari sidak anggota DPRD dari Komisi III.

Seperti di agen gas yang berlokasi di Jalan Batang Pane Kelurahan Losung ini misalnya. Pada anggota DPRD, Anton pemilik pangkalan mengaku menjual kepada masyarakat seharga Rp17.000 sampai Rp18.000.

"Kalau kita jual kepada masyarakat dengan harga Rp16.000 macam mana kita mau makan Pak," ujar Anton pada anggota Komisi III DPRD, Timbul P Simanungkalit, Rabu (14/11/2018). Dari Agen, Anton mengaku mendapat jatah sebanyak 50 tabung perharinya dengan harga Rp14.500/gas.

Selain pada warga yang membelinya langsung ke agen miliknya, Anton mengaku dirinya pun menjual gas itu pada para pengecer sebanyak 4 tabung tiap harinya.

Sementara itu Alverus Silitonga salah satu warga Kelurahan Losung mengaku dirinya membeli si melon di pangakalan si Anton dengan harga Rp23.000. Itupun sangat sulit dia dapatkan dari pangkalan tersebut.

"Yang terakhir saya beli gas Rp23.000 itupun minta ampun sulit kali mendapatkannya dari sana," kesalnya.

Sementara itu anggota DPRD Komisi III Timbul P Simanungkalit mengatakan sidak ini terpaksa digelar pihaknya setelah banyaknya keluhan masyarakat mengenai kelangkaan dan harga gas elpiji 3 kg bersubsidi masuk ke pihaknya.

"Sudah banyak masyarakat menelepon langsung kepada saya, tentang susahnya mendapatkan gas elpiji 3 kg bersubsidi. Bilapun ada, mereka dapatkan tapi harganya diatas Harga Eceran Tinggi (HET)," ujarnya Timbul.

Dan dari pengamatan di lapangan, Sub penyalur (pangkalan) ada yang menjual gas elpiji 3 kg seharga Rp23.000/tabung. Bahkan ada juga usaha kuliner yang menumpuk gas elpiji 3 kg sampai dengan 15 tabung dan ada juga golongan usaha restoran menengah keatas yang masih menggunakan elpiji bersubsidi.

Timbul P Simanungkalit berharap agar pihak eksekutif bersama-sama dengan legislatif dan judicatif untuk mengambil tindakan tegas, kepada para penyalur dan sub penyalur “nakal” yang melanggar ketentuan yang berlaku.

"Saya juga berharap peran serta masyarakat,bila menemukan kecurangan terjadi dalam pendistribusian gas elpiji bersubsidi. Jika ada yang menemukan hubungi saya, ini nomor hanphone saya 0812 6412 4534. Dan bagi masyarakat yang mampu saya berharap untuk tidak menggunakan elpiji bersubsi," pungkasnya.

Kontributor: Idham Halid Siregar
Editor: Burhanuddin

Bagikan :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners