Rekomendasi

Isak Tangis Keluarga dan Kerabat Sambut Kedatangan Korban Lion Air

Rabu, 07 November 2018 : 18.32
Isak tangis sambut kedatangan jenazah lion air (Foto: Iwan Iswanda/hariankota)
KARANGANYAR - Isak tangis para kerabat menyambut kedatangan jenazah Ubaidillah Salabi (55) warga Dusun Karangmojo, Desa Karangmojo, kecamatan Tasikmadu yang menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) lalu.

Tangis keluarga, kerabat dan tetangga korban pecah, ketika mobil ambulance yang membawa tiba di rumah duka.

Jenazah korban tiba di rumah duka, sekitar jam 15.00 setelah sebelumnya mendarat di bandara Adi Sumarmo Solo, sekitar pukul 14.00, dengan diantar sekretaris Dirjen Planologi Departemen Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Yuyu Rahayu. Korban merupakan Kasubdit Inventarisasi IPDH Departemen Kehutanan Jakarta.

Korban Lion Air
Ubaidillah Salabi, meninggalkan seorang isteri, Pety Novita serta empat orang anak, masing-masing Brian Ilham Makarim, Firdausa Imtinani Amalia, Nadifa Rose Rahmawati serta Emily sabila Rosyad.

Usai disholatkan, jenazah Ubaidillah Salabi, langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat yang berjarak 200 meter dari rumah duka.

Sekretaris Dirjen Planologi, Yuyu Rahayu, mengatakan, Ubaidillah Salabi merupakan yang baik dan pekerja keras serta menjadi panutan di lingkungan kerjanya.Menurut Yuyu, peristiwa kecelakaan ini tidak disangka.

“Pak Ubay gugur ketika melaksanakan tugas dari kantor.Pak Ubay sosok yg baik dan serius, murah senyum serta menjadi panutan. Kami terkejut dan kejadian ini tidak disangka-sangka,” kata Yuyu Rahayu sebelum melepas jenazah ke pemakaman.

Menurut Yuyu Rahayu, empat hari sebelum beranghkat ke Pangkal Pinang, dia sempat bertemu dengan korban yang rencananya akan mengikuti seleksi salah satu direktur di Departemen Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang kosong.

(Baca juga: Inalilahi Adik Kelas Presiden Jadi Korban Lion Air JT 610)

“Empat hari sebelum berangkat, saya sempat bertemu dan bicara mengenai rencana pak Ubay yang akan mengikuti seleksi salah satu posisi direktur. Namun takdir berkata lain. Kami mohon maaf kepada keluarga atas segala kekurangan yang kami berikan. Selamat jalan pak Ubay. Terimakasih atas seluruh dedikasinya,” ujar Yuyu Rahayu.

Sementara itu, bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang hadir dalam pemakaman tersebut, mengaku sangat kehilangan salah satu putera terbaik yang dimiliki Karanganyar.

“Beliau adalah putera terbaik Karanganyar sekaligus putera pendiri LDII di bumi Intanpari. Beliau meninggal dalam melaksanakan tugas. Atas nama Pemkab Karanganyar, kami ikut berduka cita atas berpulangnya almarhum,” kata bupati

Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners