Rekomendasi

Kasus Edu Park Jilid II, Pemkab Tidak Memberikan Bantuan Hukum

Rabu, 14 November 2018 : 01.30
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Karanganyar, tidak memberikan bantuan hukum terhadap lima tersangka kasus dugaan penyimpangan pengadaan pesawat di lokasi wisata dirgantara edu park.

Sebelumnya, lima tersangka kasus dugaan penyimpangan dalam pembangunan taman wisata edukasi dirgantara Karanganyar (Pengadaan Sarana Penunjang Edukasi Dirgantara) Tahun 2015, telah dilimpahkan ke Kejaksaan negeri (Kejari) Karanganyar.

Selanjutnya, setelah menjalani pemeriksaan, berkas kelima tersangka ini, dilimpahkan ke Pengadilan Negeri tindak pidana korupsi (Tipikor) Semarang. Informasi yang dihimpun hariankota.com, pelimpahan berkas ke Pengadilan Negeri Tipikor Semarang, akan dilakukan akhir bulan Nopember 2018 mendatang.

Disisi lain, informasi yang dihimpun hariankota.com, Pemkab Karanganayar tidak memberikan bantuan hukum kepada kelima tersangka ini. Kepala bagian (Kabag) Hukum Setda Karanganyar, Zulfikar Hadid, ketika dihubungi hariankota.com, mengatakan, kasus ini telah ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari).

“Maaf mas, kasus ini sepenuhnya telah ditangani oleh Kejaksaan. Saya tidak berkomentar,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, setelah dinyatakan lengkap (P 21) lima berkas tersangka dugaan penyimpangan dalam pembangunan taman wisata edukasi dirgantara Karanganyar (Pengadaan Sarana Penunjang Edukasi Dirgantara) Tahun 2015, telah dilimpahkan ke Kejaksaan negeri (Kejari) Karanganyar oleh penyidik sat reskrim Polres setempat.

Berkas kelima tersangka tersebut masing-masing atas nama B, IP, YN, JSB dan G. Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, kasus ini bermula ketika Pemkab Karanganyar membangun wisata pendidikan (edu park) di lokasi kolam renang Intanpari tahun 2014 lalu.

Di lokasi wisata pendidikan tersebut, dilengkapi dengan tiga unit pesawat, masing-masing dua unit helikopter bekas dan satu unit pesawat Boeing 727 Air Bus 200, dengan total anggaran Rp2 miliar.

Penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar menetapkan 8 tersangka dalam kasus ini. Tiga orang terdakwa telah menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Tipikor Semarang.

Ketiga terdakwa, masing-masing, Purwono, divonis 1 tahun penjara serta denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan (saat iinii sudah bebas, red), sedangkan Berdy dan Syarifuddin yang merupakan rekanan pengadaan pesawat divonis 1 tahun 3 bulan penjara, denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More