Rekomendasi

Lindungi Pasar Tradisional, Dewan Segera Terbitkan Perda

Senin, 05 November 2018 : 22.23
KARANGANYAR - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Karanganyar, mengajukan rancangan peraturan daerah inisiatif.

Ranperda yang diajukan atas inisiatif DPRD ini, terdiri perlindungan pasar tradisional dan ranperda koperasi simpan pinjam. Disisi lain, Pemkab Karanganyar juga mengajukan 10 ranperda yang akan mulai dibahas tahun 2019 mendatang.

Wakil ketua DPRD Karanganyar, Adhe Eliana, kepada hariankota.com usai rapat paripurna penetapan keputusan DPRD Karanganyar tentang program pembentukan peraturan daerah (Perda) tahun 2018 menjelaskan, dalam pembahasan ranperda tersebut telah disetujui oleh fraksi DPRD.

Untuk kemudian diajukan menjadi perda inisiatif dan akan dibahas lebih lanjut bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar. “Untuk pembahasan ranperda perlidungan pasar tradisional, secara keseluruhan fraksi mendukung pembahasan,” jelas Adhe Eliana, Senin (05/11/2018).

Menurut Adhe, salah satu pertimbangan diajukannya ranperda inisiatif ini, karena semakin menjamurnya pasar modern di Karanganyar.

“Salah satu dasar pemikirannya karena melihat situasi banyak pasar modern yang semakin menjamur. Ini salah satu upaya dewan utk melindungi pasar tradisional agar tetap eksis. Soal materi apa yang akan dibahas dan ditetapkan dalam Perda perlindungan pasar tradisional ini, akan dibahas selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan, pembentukan peraturan daerah, mencakup tahapan perencanaan, penyusunan, pembahasan, penetapan dan pengundangan yang berpedoman kepada perundang-undangan.

“Dalam pembentukan peraturan daerah, diharapkan tidak terjadi tumpang tindih dengan memperhatikan skala prioritas kebutuhan regulasi,” terang bupati.

Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Jumali

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners