Rekomendasi

Minim Saksi dan Sidik Jari Pelaku, Polisi Kesulitan Ungkap Tewasnya Juragan Sembako

Senin, 05 November 2018 : 11.28
Minim Saksi dan Sidik Jari Pelaku, Polisi Kesulitan Ungkap Tewasnya Juragan Sembako (Foto: Miadaada/hariankota)
MALANG - Guna mengungkap kematian Karim Mullah alias Dullah (58) warga RT 08 RW 09 Dusun Segaran, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, polisi mengerahkan berbagai upaya.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda mengatakan pihaknya telah memeriksa setidaknya tiga saksi dari para tetangga korban. "Ada tiga saksi yang sudah kami minta keterangan. Ketiganya tetangga korban," ujar Adrian kepada hariankota.com, Senin (5/11/2018).

Bahkan Adrian menyatakan sudah empat kali pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dua kali olah TKP dilakukan pada Jum'at pagi (2/11/2018) pasca insidennya, sedangkan dua olah TKP lainnya dilakukan pada Sabtu (3/11/2018).

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan kepolisian sedikit mengalami kesulitan lantaran minimnya saksi dan nyaris tidak ada sidik jari pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian.

"Kita duga pelaku menggunakan sarung tangan saat beraksi. Selain memeriksa saksi, kita periksa rekaman CCTV yang berjarak 5 km dari lokasi kejadian. Di sekitar lokasi tidak ditemukan CCTV," pungkasnya.

Sebelumnya pada Jum'at dini hari 2 November 2018, warga Jalan Raya Segaran RT 08 RW 09 Dusun Segaran, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, geger lantaran seorang pria tewas bersimpah darah di dalam kamar.

Pria yang kesehariannya tinggal seorang diri dan berprofesi sebagai penjual barang kelontong dan sembako di ruko miliknya ini diduga dibunuh kawanan perampok yang menyatroni ruko miliknya.

Penulis: Miadaada
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners