Rekomendasi

Pelukan Haru Ibunda ke Peti Mati Pramugari Korban Lion Air

Rabu, 14 November 2018 : 15.21
Published by Hariankota
Pelukan Haru Ibunda ke Peti Mati Pramugari Korban Lion Air (Foto: Miadaada/hariankota)
MADIUN - Isak tangi keluarga, kerabat, dan tetangga pecah begitu sebuah ambulans bernopol B 1720 SZL tiba di rumah duka salah satu korban Lion Air JT 610 yakni Alfiani Hidayatul Solikah, pukul 12.00 WIB pada Rabu siang (14/11/2018).

Keluarga, kerabat, tetangga, dan ratusan pelayat tak kuasa menahan air mata setelah peti mati pramugari Lion Air Alfiani Hidayatul Solikah diturunkan dari ambulans yang membawanya dari perjalanan darat dari Bandar Udara (Bandara) Adi Soemarmo, Solo, pasca diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta.

Setibanya di rumah duka, jasad perempuan berusia 20 tahun ini langsung disemayamkan di rumah duka di RT 14 RW 07 Dusun Gantrung, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Sang ibu kandung Alfiani Kartini bahkan tak kuasa menahan tangis dan berteriak melihat sang anak kandungnya terbujur dalam keadaan tak bernyawa dalam peti mati yang tak bisa dilihatnya.

"Alfiani... Jangan tinggalkan ibu naak. Aku ingin lihat anakku," teriak Ibunda Alfiani, Kartini sambil memeluk erat peti mati anaknya. Bahkan sang ibu sempat tak sadarkan diri dan terpaksa dibobong oleh anggota keluarga dan sejumlah pelayat lainnya.

Tangis Kartini, tak terbendung dan seolah tak bisa dihentikan. Bahkan saat jasad anaknya akan dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, ia kembali memeluk peti mati sang anak.

Usai disalatkan di masjid dekat rumah duka, jasad Alfiani langsung dibawa ke TPU desa setempat yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari rumah duka, sekitar pukul 13.30 WIB

Alfiani Hidayatul Solikah menjadi salah satu dari 188 orang yang menaiki pesawat naas Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018 lalu. Jasad Alfiani sendiri baru teridentifikasi pada Selasa 13 November 2018 berkat kecocokan pada data DNA dengan keluarga korban.

Bersama dua orang lainnya yakni Adonia Magdiel Bongkal dan Andrea Manfredi jasad Alfiani berhasil tim DVI Polri di RS Bhayangkara. Total pesawat naas yang ditumpangi 178 penumpang dewasa, satu anak, dua bayi, lima awak kabin, dan dua penerbang akhirnya dinyatakan jatuh di kawasan perairan Karawang, Jawa Barat.

Penulis: Miadaada
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More