Rekomendasi

PUD Aneka Usaha, Aset Tak Kunjung Diserahkan, Managemen Baru Kesulitan Kembangkan Edupark

Kamis, 08 November 2018 : 20.30
PUD Aneka Usaha, AsetTak Kunjung Diserahkan, Managemen Baru Kesulitan Kembangkan Edupark (Foto:Iwan Iswanda)
KARANGANYAR - Hingga saat ini, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) belum sepenuhnya menyerahkan asset edupark yang saat ini dikelol oleh Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha.

Akibatnya, PUD Aneka Usaha tidak dapat mengembangkan lokasi wisata yang dimiliki oleh Pemkab Karanganyar tersebut, termasuk melakukan perawatan terhadap tiga pesawat yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Pantauan hariankota.com, tiga pesawat yang ada, yakni dua helicopter serta satu pesawat Boeing yang berada di lokasi, sangat tidak terawat. Cat pesawat mulai pudar, bahkan kaca helikopter terlihat pecah.

“Salah satu kendala untuk mengembangkan dan melakukan perawatan, karena asset yang kita kelola ini, masih milik PUPR dan belum diserahkan kapada PUD Aneka Usaha,” kata direktur utama PUD Aneka usaha yang baru Untung Sriyanto, Kamis (08/11/2018).

Menurut Untung, belum diserahkannya asset ini, karena terganjal Perda Investasi yang belum mengalami perubahan. Dijelaskannya, dalam Perda Nomor 9 Tahun 2015 tentang PUD Aneka Usaha. Berdasarkan perda tersebut, asset bisa diserahkan jika nilainya Rp15 miliar.

Sedangkan saat ini, lanjut Untung, total asset telah mencapai Rp21 miliar. Untuk itu, harus dilakukan perubahan Perda.

“Persoalannya, kalau menunggu perubahan perda, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk itu, kami meminta kepada Pemkab dalam hal ini kepada PUPR untuk menyerahkan sebagian asset tersebut yang nilainya dibawah lima belas miliar rupiah. Dalam waktu dekat, kami akan komunikasi terlebih dahulu dengan dewan pengawas,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Karanganyar, Joko Pramono, mengatakan, Pemkab segera melakukan perubahan Perda sebagai salah satu instrument pendukung langkah-langkah inovasi edu park ke depan.

“Segera usulkan perubahan perda, sehingga manageman baru dapat bekerja dengan melakukan berbagai inovasi dalam mengembangkan wisata pendidikan ini,” katanya, Kamis (08/11/2018).

Joko Pramono juga menegaskan kepada direktur baru, untuk segera melakukan perbaikan dan perombakan manageman perusahaan yang saat ini sedang sakit, setelah di tahun 2017 lalu mengalami kerugian sebesar Rp360 juta.

“PUD Aneka Usaha ini harus disembuhkan dari sakit. Untuk tahap awal, segera lakukan perombakan managemen dan lakukan seleksi ulang terhadap para karyawan,” tegasnya.

Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners