Rekomendasi

Sayembara Desain Tata Kawasan Kumuh Kali Buntung Sleman Dibuka

Senin, 12 November 2018 : 22.35
Published by Hariankota
Sayembara Desain Tata Kawasan Kumuh Kali Buntung Sleman Dibuka (Foto: Danang Prabowo/hariankota)
YOGYAKARTA - Wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta belum terbebas dari kawasan kumuh. Pemkab Sleman mencatat terdapat 43 titik pemukiman kumuh dengan kondisi minim sarana dan prasarana.

Koordinator Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Pemkab Sleman, Adi Hariadi mengatakan mayoritas masyarakat yang bermukim di kawasan kumuh itu berada di bantaran sungai. Salah satunya di bantaran Kalibuntung, yang berada di Pedukuhan Kutuduku, Sinduadi, Mlati, Sleman.

"Kita tangani serius kawasan kumuh, harapannya tidak muncul lagi kawasan kumuh setelah ditata dengan baik," katanya pada wartawan, Senin (12/11/2018).

Kepala Seksi Perumahan Formal Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Sleman, M. Nurrochmawardi mengatakan penataan kawasan Kalibuntung ini sepanjang 4 kilometer, mulai dari Karangwaru hingga Monjali. Sebelum ditata, digelar sayembara desain penataan untuk umum.

"Pendaftatan digelar selama sebulan, mulai 7 November hingga 7 Desember 2018. Kita koordinasi dengan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) DIY dalam pelaksanaanya," katanya.

Sedikitnya sudah ada 90 pendaftar dalam sayembara ini. Pengumpulan karya paling lambat pada 7 Desember 2018. Sedang untuk penjurian dilakukan dua tahap, tahap pertan pada 13 Desember dan kedua pada 20 Desember 2018.

"Desain yang kita harapkan yang aplikabel, karena melibatkan masalah sosial. Ini seninya menata kota tidak hanya program saja, tapi juga memberi pemahaman pada lingkungan sosial," katanya.

Total hadiah sayembara ini mencapai Rp 110 juta. Pihaknya berharap para arsitek profesional untuk mengikuti sayembara ini untuk memberi solusi kawasan kumuh di Sleman.

"Pemenangnya nanti menjadi rujukan dalam menata kawasan itu. Tahun depan kita menyusun ide-ide program, sedangkan tahun berikutnya diharapkan sudah tahap implementasi program," katanya.

Sementata Ketua Bidang Sayembara, Erlangga Winoto menambahkan, desaian tata ulang Kalibuntung ini setidaknya harus memperhatikan tujuh kriteria, yakni ekologi, edukasi, ekonomi, teknologi, kebudayaan, konservasi dan kesehatan. Pihaknya meminta peserta untuk terjun langsung meninjau lokasi guna mendapat gambaran nyata.

"Juri dari berbagai kalangan, mulai akademi, pemerintahan, hingga melibatkan para arsitek nasional. Dalam menilaian tidak hanya dari arsitek, tapi melibatkan sosial masyarakat," katanya. Contoh lokasi bantaran Kalibuntung di Kutudukuh, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati Sleman yang dijadikan lokasi dalam sayembara.

Penulis: Danang Prabowo
Editor: Rahayu

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More