Rekomendasi

Seleksi CPNS, Dari Ribuan Pelamar Hanya Ratusan yang Lulus Tahap Awal

Minggu, 04 November 2018 : 18.02
Ilustrasi
SRAGEN - Seleksi Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Sragen dipastikan tidak akan bisa memenuhi target 505 formasi. Pasalnya, dari 2.922 pelamar dan mengikuti seleksi, hanya 121 orang yang lolos.

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Sragen Sarwaka, kepada sejumlah wartawan, Minggu (04/11/2018) mengatakan, peserta yang dinyatakan lolos tersebut, adalah mereka yang lolos dari passing grade Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan nilai ambang batas yang berbeda-beda menurut jenis formasinya.

"Meski dinyatakan lolos passing grade, namun mereka belum tentu lolos Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Karena dalam satu formasi, misalnya analis ada 6 orang yang lolos, kita ambil 3 yang tertinggi, sehingga 3 sisanya tidak lolos,” kata Sarwaka.

Menurut Sarwaka, dengan hasil ini, 505 formasi yang dibuka untuk memenuhi kebutuhan tenaga hanya terisi 25 persen saja. Karena peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (permenpan) nomor 37 tahun 2018 terkait nilai ambang batas.

"Kita menunggu semua selesai baru mengumumkan siapa saja yang lolos, yang lolos sementara dari 114 dari umum, 7 peserta honorer K2,” ujarnya.

Kapan akan diumumkan, lanjut Sarwaka, rencananya SKB akan dilakukan 23-28 November ini di GOR Diponegoro Sragen yang diikuti sembilan Kabupaten/Kota dari Soloraya ditambah Blora dan Grobogan.

Disisi lain, hasil seleksi ini, mendapat reaksi keras Hasil dari Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Ia mengaku kecewa dan menilai seleksi CPNS ini tidak berjalan efektif.

Menurut Yuni, minimnya peserta yang lolos CAT itu tak lepas dari sistem passing grade yang mengabaikan akumulasi namun mewajibkan peserta memenuhi tiga ambang batas TIU, TKP dan TWK.

Dengan ketentuan itu, banyak peserta yang sebenarnya di satu atau dua aspek nilainya tinggi, namun harus gagal karena satu aspek nilainya tak terpenuhi. “Kebijakan passing grade itu hanya membuat seleksi CPNS akhirnya sia-sia. Banyak biaya yang dikeluarkan, namun formasi yang terisi tidak sebanding dengan yang dibutuhkan,” tukasnya.

Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Rahayu

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners