Rekomendasi

Sosialisasikan Empat Pilar, Rinto Subekti: Gotong Royong Intisari Pengamalan Pancasila

Minggu, 25 November 2018 : 17.30
Sosialisasikan Empat Pilar, Rinto Subekti: Gotong Royong Intisari Pengamalan Pancasila (Foto:Nugi Hartono/hariankota)
KARANGANYAR - Sosialisasi empat pilar terus dilakukan oleh MPR. Anggota Komisi X DPR Fraksi Partai Demokrat Rinto Subekti melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Gedung pertemuan Saraswati Desa Girimulyo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar.

Ratusan warga Desa Girimulyo hadir untuk mendengarkan dan berdiskusi secara interaktif dengan pria yang akrab di sapa Rinto.

Menurutnya, pentingnya Kebhinekaan Tunggal Ika dalam berbangsa dan bernegara yang merupakan perwujudan Pancasila, sehingga memandang bentuk negara sebagai NKRI merupakan pemandangan yang final.

Sehingga tujuan sosialisasi 4 pilar ini, adalah untuk memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara bisa tersampaikan.

Seperti diketahui, ungkap Rinto, banyak terjadi konflik mulai dari kasus pilkada, tawuran antar kampung maupun antar genk, juga kasus-kasus bernuansa sara yang merupakan potensi disintegrasi bangsa.

Sehingga perlu untuk memperkuat potensi integrasi bangsa, seperti gotong royong, kerukunan umat beragama, suku, daerah dan juga partai politik.

“Dengan melaksanakan Pancasila untuk mewujudkan UUD45 sehingga terbentuk NKRI yang ber-Bhinneka Tunggal ika. Bentuk NKRI merupakan keniscayaan dalam membetuk Negara, karena tidak ada satu suku pun yang mendiami wilayah secara homogen, tetapi bersuku-suku atau heterogen,” jelas Rinto yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Minggu (25/11/2018).

"Kesimpulannya, untuk menghadapi potensi Disintegrasi bangsa, keempat pilar tersebut perlu untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Kuncinya adalah pendidikan, sehingga rakyat jadi pintar, sehat dan sejahtera,"imbuhnya.

Dia menekankan kepada masyarakat akan pentingnya gotong royong. Pasalnya, ungkap Rinto, gotong royong bisa membuat pekerjaan di masyarakat menjadi lebih ringan.

"Gotong royong adalah intisari pengamalan pancasila. Dengan gotong rotong semua menjadi ringan dan kebersamaan menjadi spirit perjuangan menuju kemenangan," pungkas Dewi.

Rinto mengaku terus mencari metode dan cara yang tepat agar sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan bisa mudah diterima masyarakat.

Supaya masyarakat tidak hanya datang untuk mendengarkan pemaparan mengenai Empat Pilar Kebangsaan.

Beberapa cara sudah dilakukannya dengan mengedepankan cara-cara yang terkesan santai tetapi fokus terhadap poin yang akan disosialisasikan setiap kali dirinya blusukan.

"Paling tidak para peserta yang datang dapat tahu apa sih sesungguhnya kandungan Empat Pilar tersebut," ungkap politikus Partai Demokrat itu.

Sebab, kuatnya arus modernisasi saat ini membuat pemahaman masyarakat mengenai empat pilar kebangsaan berada pada titik memprihatinkan.

Tidak hanya orang dewasa yang lupa akan bunyi kelima sila di dalam Pancasila maupun isi dari UUD 1945. Namun, siswa sekolah mapun para mahasiswa juga banyak yang melupakan hal tersebut. Termasuk, perihal NKRI serta Bhineka Tunggal Ika yang disimbolkan empat pilar kebangsaan.

Untuk itu, ungkap Rinto, salah satu tugas anggota DPR berkewajiban melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada masyarakat.

"Melihat kondisi ini, saya harus terus mensosialisasikan empat pilar hingga ke pelosok-pelosok pedesaan,” jelasnya.

Ia mengatakan, tidak hanya menyosialisasikan empat pilar semata, hadirnya para wakil rakyat ke tengah masyarakat sangat diperlukan agar bisa mendengarkan secara langsung perihal aspirasi yang diinginkan masyarakat.

"Jadi tidak hanya melulu menyosialisasikan empat pilar. Nanti warga bisa bosen. Tapi juga dimanfaatkan untuk mendengar apa aspirasi rakyat yang bisa dibawa ke senayan dan disuarakan pada pemerintah," pungkasnya. (Adv)

Jurnalis: Nugi Hartono
Editor: Santi

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners