Rekomendasi

Tak Kenal Lelah Sosiasilasikan Empat Pilar, Rinto Subekti: Keempat Paham Menjadi Dasar Kehidupan Berbangsa

Selasa, 27 November 2018 : 17.30
Tak Kenal Lelah Sosiasilasikan Empat Pilar, Rinto Subekti: Keempat Paham Menjadi Dasar Kehidupan Berbangsa (Foto: Nugi Hartono/hariankota)

KARANGANYAR - Anggota DPR RI dari Franksi Partai Demokrat Rinto Subekti tak pernah mengenal kata lelah dalam mensosialisasikan empat pilar.

Kali ini Rinto Subekti yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah menyambangi Dusun Jurug Desa Jumapolo Kecamatan Jumapolo Kabupaten Karanganyar.

Dihadapan ratusan warga, Wakil Rakyat yang berangkat dari daerah pemilihan IV, Karanganyar, Sragen dan Wonogiri ini mengingatkan keempat paham dalam empat pilar ini menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika. Keempat paham tersebut menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Rinto, Selasa (27/11/2018).

Menurut Rinto, dalam era globalisasi seperti saat ini, rakyat Indonesia harus mengedepankan keempat pilar tersebut sehingga dapat menjadi daya saing dengan negara lain.

Untuk itu, sosialisasi pemberian pemahamaan yang utuh mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika itu sangat penting dilakukan.

"Ini menjadi tantangan terberat bagi bangsa Indonesia untuk memegang dan mengejawantahkan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Sejak proklamasi, cita-cita kemerdekaan belum terwujud, terutama tentang hak-hak rakyat secara universal," ujar Rinto.

Untuk itu, Rinto mengajak warga desa Jumapolo untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, Pancasila adalah nilai yang hidup di masyarakat.

"Pancasila bukanlah milik perseorangan. Pancasila adalah milik kita bersama. Pancasila mempersatukan bangsa Indonesia,"jelasnya.

Rinto menyampaikan sosialisasi Empat Pilar para pendiri bangsa merumuskan jatidiri bangsa melalui proses dan sejarah yang panjang. Hingga akhirnya jatidiri bangsa itu dirumuskan dalam lima sila Pancasila.

"Masih banyak orang yang tidak hafal dengan sila Pancasila. Apalagi untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila itu. Padahal Pancasila adalah nilai yang hidup di masyarakat. Pancasila tidak hanya dihafalkan tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," papar Rinto.

Karena itulah dia mengajak para warga untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam hidup sehari-hari.

"Banyak hal yang bisa dilakukan. Nilai-nilai Pancasila itu perlu diimplementasikan," pintanya.

Rinto memberi contoh sila ketuhanan yang maha esa. Menjalankan perintah agama dan beribadah bagi penganut agama merupakan implementasi sila pertama Pancasila.

"Kalau seseorang menjalankan ibadah, apapun agamanya, misalnya orang Islam yang melakukan shalat lima waktu secara tertib, maka akan mempengaruhi sikap dan perilaku," katanya.

Lebih lanjut Rinto mengungkapkan bahwa Pancasila mempersatukan bangsa Indonesia. Pancasila telah teruji dalam perjalanan bangsa Indonesia. Tak heran bila Negara lain sangat memuji Pancasila.

Untuk itu, Rinto meminta agar empat pilar kebangsaan harus tetap dijaga. Karena Indonesia terus diserang ideologi yang mengancam terjadinya perpecahan.

"Empat pilar kebangsaan, harus terus dipegang teguh dalam kehidupan bernegara. Karena Indonesia terus diserang ideologi yang menyimpang dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI," kata Rinto.

Politisi dari Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini menjelaskan, betapa pentingnya Sila Ketiga Pancasila yakni, Persatuan Indonesia untuk bisa diresapi dan dihayati maknanya oleh masyarakat Kota Batu. Agar jelas bagaimana mencintai negara ini.


"Jika dengan tetangga saja kita bertengkar dan bermusuhan. Maka implementasi dari sila ketiga Pancasila belum benar-benar terjadi di negara ini. Maka mulai sekarang kita semua harus Guyub Rukun baik dengan keluarga, tetangga maupun dengan seluruh masyarakat Kota Batu," beber anggota Komisi X DPR RI ini.

Dalam sosialisasi ini Rinto menitipkan kepada mereka untuk menjalankan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama ketika berbaur dengan masyarakat.

Karena, persatuan dan kesatuan tidak akan terjadi jika para elite politik dan tokoh masyarakatnya, tak mampu memberikan contoh dan teladan yang baik pula, dalam mengimplementasikan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami harapkan menjadi contoh bagaimana memperkuat persatuan dan kesatuan dengan memegang teguh empat pilar kebangsaan dan menerapkannya kepada masyarakat. Dan merupakan tugas dirinya untuk terus mensosialisasikan empat pilar kebangsaan," harap Rinto. (Adv)

Jurnalis: Nugi Hartono
Editor: Santi


Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners