Rekomendasi

Tak Merasa Selingkuh, Dosen Ini Protes Keputusan Kampus Memecatnya

Kamis, 22 November 2018 : 17.41
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Seorang dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Tri Puji Kurniawan (32), warga Kampung Gabusan RT 03 / RW 05 Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo memprotes Surat Keputusan (SK) kampus tentang pemecatan dirinya.

Didampingi Badrus Zaman selaku penasehat hukum, ia mendatangi kantor Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran Sukoharjo yang letaknya tak jauh dari lingkungan kampus di Jalan Letjend Sujono Humardani No.1, Jombor, Sukoharjo, Kamis (22/11/2018).

Hanya saja, kedatangan mereka belum bisa bertemu dengan Ketua YPPP Veteran Bambang Margono, karena oleh salah satu staf kantor disebutkan sedang berdinas keluar kota.

Kepada hariankota.com, Badrus mengatakan, pihaknya ingin meminta penjelasan kepada pihak YPPP Veteran perihal keluarnya SK yang ditanda tangani Rektor Univet Bantara yang dinilainya sepihak.

"Kami ingin tahu prosedur internal kampus tentang pemberhentian seorang dosen itu seperti apa. Karena klien kami dianggap selingkuh hanya berdasarkan informasi yang disebar melalui media sosial (Medsos) oleh orang yang tak bertanggung jawab," kata Badrus.

Menurutnya, sebagai tempat pendidikan, semestinya sebelum keputusan tentang pemecatan itu dikeluarkan, kampus seharusnya membuktikan terlebih dulu kebenaran dari informasi yang diperoleh.

Diterangkan Badrus, kasus ini bermula ketika Tri yang sudah dua tahun terakhir pisah ranjang dengan istrinya dan sedang proses cerai di Pengadilan Agama dilaporkan atas dugaan perselingkuhan dengan sesama dosen Univet Bantara.

"Kalau alasan yang di gunakan pihak kampus tidak cukup kuat, maka kami akan menempuh jalur hukum ke PTUN," tegas Badrus .

Sementara, Tri yang sebelum diberhentikan menjabat Ketua Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat ini menyatakan bahwa kampus telah melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan.

Sebagai pendidik, ia mengaku cukup sadar menjadi panutan para mahasiswanya sehingga tidak mungkin melakukan tindakan gegabah seperti yang dituduhkan.

"Apa yang dinyatakan dalam SK Rektor Nomor. 794/A/SK/C.3/Univet.Btr/XI/2018 adalah tidak benar. Dan saya sudah melaporkan orang yang menyebarkan informasi tidak benar itu ke Polisi," tandasnya.

Terpisah, Rektor Univet Bantara Ali Mursyid saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon belum bisa memberikan tanggapan.

"Maaf, ini saya sedang diluar kota, nanti saya koordinasikan dengan humas dulu," jawabnya singkat.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Rahayu


Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners