Rekomendasi

Warga Demo, Tuntut Peternakan Ayam PT Sempulur Unggas Raya Ditutup

Rabu, 21 November 2018 : 15.31
Published by Hariankota

KARANGANYAR - Warga Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, mendesak agar peternakan ayam yang berada di lingkunagn mereka ditutup, Rabu (21/11/2018).

Pasalnya, ijin peternakan selama lima tahun yang telah habis masa berlakunya, diperpanjang tanpa sepengetahuan warga.
Disamping itu, tuntutan waraga untuk menutup peternakan ayam yang berada di tengah perkampungan ini, mengeluarkan bau menyengat.

Dengan membawa sejumah poster dan spanduk,  secara bergantian, warga melakukan orasi tepat di depan pintu masuk peternakan dan mendesak agar peternakan ini segera ditutup.

Koordinator aksi, Suyanto, kepada hariankota.com, mengatakan, yang menjadi tuntutan warga adalaha proses perpanjangan perijinan yang tidak disosialisasikan kepada warga serta bau limbah yang berasal dari peternakan.

Berbagai upaya dilakukan arga, termasuk mediasi dengan perusahaan, pemerintah desa, serta aparat kepolisian, namun tidak ada titik temu. Pihak perusahaan, lanjut Suyanto, tidak memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini.

“ Kami meminta kepada pemerintah dan pemilik, untuk segera menutup peternakan ini,” kata Suyanto, koordinator aksi, Rabu (21/11/2018).

Sementara itu, usai melakukan aksi, sejumlah perwakilan warga melakukan mediasi di kantor Polsek Jumantono.

Mediasi tersebut dihadiri perwakilan warga, pemilik perusahaan peternakan,  Wakapolres Karanganyar Kompol Dyah Wuryaning Hapsari, Kabag Ops Kompol Sony Suharno.

Dalam proses mediasi tersebut, warga tetap bersikeras agar peternakan ayam tersebut ditutup, dan memeberiakn kesempatan beroperasi hingga masa perpanjangan ijin kedua berakhir pada bulan Oktober 2019 mendatang.

“ Warga tetap meminta agar peternakan ayam ditutup,” ujar Wakapolres Kompol Dyah.

Disisi lain,  PT Sempulur Unggas Raya selaku pengelola peternakan  yang diwakili bagian sumber daya manusia, Pramudo, usai melakukan mediasi dengan warga, kepada awak media mengatakan, dalam mediasi tersebut, warga tetap bersikeras agar peternakan ayam ditutup.

“ Hasil mediasi, warga tetap meminta agar peternakan ayam ditutup. Kalau dilihat dari sisi perijinan, kami sudah benar dan sudah sesuai prosedur.Saat ini, ijin HO selama lima tahun, secara otomatis diperpanjang. Yang menjadi kendala, warga minta kompensasi yang belum bisa kami penuhi. Meski demikian, kami tetap membuka diri, untuk berdialog dengan warga, apalagi hampir 90 persen warga merpakan karyawan perusahaan,” jelasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi


Share this Article :

Berita Terbaru

Read More