Rekomendasi

Warga Padangsidempuan Mulai Kesulitan Cari Gas Melon 3 Kg

Rabu, 07 November 2018 : 22.36
Ilustrasi
PADANGSIDIMPUAN - Kelangkaan gas melon bersubsidi 3 kg sudah dirasakan warga Padangsidempuan kota sejak sepekan ini. Setiap gas habis, para warga, terutama ibu-ibunya selalu keliling mencari gas untuk masak.

"Saya sudah capek mencari gas elpiji 3 kg kesana kemari,di tempat pengecerpun tak ada yang menjual lagi," keluh Boru Koto salah satu Ibu rumah tangga kepada dengan wajah lelah usai dia mencari gas elpiji 3 Kg tersebut, Rabu (06/11/2018).

Terakhir, ungkap Boru Koto, dia mendapatkan dari pengecer itupun dengan harga yang sangat mahal yaitu Rp 25.000. "Seminggu yang lalu memang masih ada sama pengecer, tapi sekarang gak ada lagi sama pengecer tersebut," tuturnya.

Senada, Mamak Dedek mengatakan dirinya sudah kesana kemari mencari gas,tapi tidak dapat. "Saya juga sudah capek mencari gas kesana kemari tapi tidak dapat-dapat," ujarnya. Dia berharap dengan kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut Pemerintah turun untuk mengawasi apa penyebab kelangkaan gas di Kota Padangsidimpuan.

Kelangkaan gas 3 kg yang mulai dirasakan warga Padangsidempuan sangat disesali Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Muslim (YLKM) Azmin Gea. Azmin Gea berharap melalui tim pengawasan gas elpiji bersubsidi agar proaktif untk segera turun kelapangan serta mengepaluasi pangkalan gas elpiji bersubsidi di Padangsidempuan kota.

Menurutnya, apabila ini dibiarkan maka dampaknya adalah kerugian besar kepada masyarakat. "Dengan kejadian seperti ini tim pengawasan gas elpiji bersubsidi agar proaktif turun kelapangan, memantau apa penyebab kelangkaan gas elpiji tersebut," harapnya.

Sementara itu salah satu anggota tim pengawasan gas elpiji bersubsidi Padangsidempuan kota Ramadani Siregar mengatakan, dengan kejadian kelangkaan gas elpiji 3 kg bersubsidi ini, mereka telah memanggil para agen gas elpiji yang ada di Padangsidimpuan Kota.

Menurut pengakuan para agen ini, bahwa gas telpiji 3 kg bersubsudi tersebut sudah mereka salurkan ke pangkalan dan gas elpiji 3 kg bersubsidi tersebut tidak pernah kosong dari agen ke pangkalan.

"Kita sudah panggil para agen gas elpiji 3 kg bersubsidi. Dari keterangan para agen, bahwa mereka selalu menyalurkan gas elpiji 3 kg bersubsidibi ke pangkalan dan tidak pernah kosong. Dan kita juga sudah katakan kepada para agen, bila sumber kelangkaan ini ditemukan dari para agen,maka kita akan mencabut merek agen mereka," ujarnya.

Ramadani Siregar menghimbau para agen agar tidak mengosongkan gas elpiji bersubsidi tersebut di pangkalannya.

"Kita juga sering memantau ke pangkalan, tapi yang kita temukan,gas elpiji bersubsidi tersebut kosong. Mereka salurkan kepengecer semua. Sementara itu peraturan dari Pertamina, pangkalan harus meninggalkan 40 % dari jumlah yang dia terima dari agen di pangkalannya, agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan gas elpiji bersubsidi tersebut.

Kita juga terus mengimbau kepada pangkalan agar harga penjualan kepada masyarakat tidak diatas Harga Eceran Tinggi(HET)," pungkasnya.

Kontributor: Idham Halid Siregar
Editor: Burhanuddin

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners