Rekomendasi

Atlet Difabel Ini Raih Prestasi Tertinggi Rangking Dua Dunia

Senin, 17 Desember 2018 : 16.38
Published by Hariankota
Atlet Difabel Ini Raih Prestasi Tertinggi Rangking Dua Dunia (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Bagi sebagian orang, memiliki kekurangan fisik (difabel) menjadi hambatan untuk meraih prestasi lantaran terdorong rasa minder hingga ujungnya sulit untuk mengembangkan diri.

Namun bagi Suryo Nugroho difabel satu tangan, hal itu tidak berlaku. Pria kelahiran Surabaya, 17 April 1995 ini ternyata mampu membuktikan, dengan semangat pantang menyerah ia menorehkan prestasi tertinggi sebagai peraih 1 emas dan 2 perak cabang olah raga (Cabor) bulu tangkis Asian Para Games (APG) 2018.

Mahasiswa pasca sarjana S2 jurusan bahasa Inggris di salah satu universitas di Sukoharjo mengaku selalu optimis tiap mengambil keputusan. Termasuk keputusannya melanjutkan studi di kampus Univet bersama 3 rekannya sesama atlit difabel.

Apa yang diraih Surya saat ini tak lepas dari tempaan sang ayah yang selalu mendorong dan memberi motivasi untuk memwujudkan mimpi besarnya mewakili Indonesia di kancah dunia.

"Jadi awalnya (ragu) bisa enggak ya, saya jadi seperti Taufik Hidayat (pebulutangkis tunggal putra nasional), mewakili Indonesia. Alhamdullilah, terwujuh dan dari situ lebih semangat lagi," ucap Suryo saat ditemui hariankota.com Senin (17/12/2018) usai mengikuti Kejurnas National Paralympic Committee (NPC) 2018 di Kota Solo selama 3 hari.

Suryo memutuskan bergabung dengan NPC sejak 2009 di usia 14 tahun, dan sejak saat itulah seluruh prestasi membanggakan satu persatu direngkuhnya hingga puncaknya bersama - sama atlit difabel lainnya, ia berhasil mengharumkan nama Indonesia di APG beberapa waktu lalu.

“Bagi kami dan teman-teman kejurnas NPC hanya sebagai pemanasan saja selepas tampil di APG bulan Agustus lalu. Sebab nanti kami akan mencari poin di berbagai even guna meraih tiket menuju ke Paralimpic di Jepang,” jelasnya.

Berdasarkan rangking dunia saat ini Suryo Nugroho masih aman berada di posisi 2 besar dibawah pemain asal Malaysia, posisi tiga Polandia dan Deva Antrimusrti berada di posisi empat besar. Hanya 10 pemain saja yang akan tampil di Paralimpic.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Irawan

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More