Rekomendasi

BPN: 16.000 Bidang Tanah di Sukoharjo Terdata Belum Bersertifikat

Kamis, 27 Desember 2018 : 15.54
BPN : 16.000 Bidang Tanah Di Sukoharjo Terdata Belum Bersertifikat (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Sebanyak 16.000 bidang tanah atau sekira 4 persen lahan di Kabupaten Sukoharjo disebutkan Dwi Purnama, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sukoharjo belum memiliki sertifikat.

Hal itu disampaikanya dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pendaftaran Tanah Sertifikat Lengkap (PTSL) di Hotel Brothers Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Kamis (27/1/2018).

Guna mencapai target 100 persen ditahun 2019 mendatang, BPN berkoordinasi dengan Pemkab Sukoharjo saat ini tengah melakukan upaya penyelesaian sisa 4 persen lahan yang belum bersertifikat tersebut.

“Kami berharap tanah yang belum bersertifikat segera bisa diselesaikan. (Dan), semua pihak diharapkan bekerja keras untuk menyelesaikan target ini pada 2019 nanti,” ujarnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya yang hadir dalam kegiatan ini, dihadapan peserta sosialisasi yang terdiri lurah dan camat meminta agar mereka bekerja bersama menggerakkan warga mendata lahan yang belum bersertifikat.

"Warga diminta untuk proaktif jika tanahnya belum memiliki sertifikat. Semua pihak harus bekerja agar program ini bisa selesai sesuai target,” tegasnya.

Sementara, Kasi Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo Burhan Surya Aji kepada hariankota.com menambahkan, Pemkab Sukoharjo berkomitmen untuk menyelesaikan sisa tanah yang belum memiliki sertifikat.

Sisa lahan 4 persen ini diharapkan sertifikatnya bakal selesai dalam kurun waktu satu tahun mendatang. Adapun pensertifikatan disebutkan dibagi dua kategori yakni melalui PTSL yang dibiayai APBN, dan PTSL yang dibiayai APBD.

"Pembagiannya, PTSL APBD sebanyak 8.000 bidang dan PTSL APBN sebanyak 8.000 bidang. Nantinya, setelah semua tanah sudah bersertifikat, (harapannya) Kabupaten Sukoharjo akan tercatat sebagai kabupaten pertama tertib sertifikat," katanya.

Selain itu, setelah selesai pensertifikatan, Burhan mengatakan, DPUPR Sukoharjo nantinya akan melakukan penyempurnaan aplikasi elektronik sistem informasi pertanahan dan lahan (e-siplah), dimana saat ini masih dalam tahap migrasi peta.

"Aplikasi ini akan memudahkan sistem pencarian bidang tanah. Misalnya, kedepan untuk mencari bidang tanah milik A, pengguna aplikasi tinggal mengetik nama pada aplikasi dan klik. “Nantinya daftar bidang tanah yang dimiliki akan keluar, termasuk letaknya,” pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Rahayu

Bagikan :

Video Viral

Loading...

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners