Rekomendasi

Cegah Faham Radikal, Mantan Napiter Ini Bicara Tentang Nilai Luhur Budaya Bangsa

Selasa, 04 Desember 2018 : 22.57
Cegah Faham Radikal, Mantan Napiter Ini Bicara Tentang Nilai Luhur Budaya Bangsa (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)

SUKOHARJO - Sofyan Sauri, mantan anggota Polisi dan Narapidana Teroris (Napiter) didapuk menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi penguatan kesadaran masyarakat atas nilai nilai luhur budaya bangsa yang diselenggarakan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sukoharjo, di Pendopo Graha Satya Praja, Komplek Setda Sukoharjo, Selasa (4/12/2018).

"Saya pernah di penjara di lapas dan saya ketemu dengan para ikhwan. Mereka tidak mau sholat di masjid yang di bangun oleh pemerintah, dan mereka tidak mau di imami oleh imam yang masih melakukan tahlilan," paparnya dihadapan peserta kegiatan, yang juga dihadiri, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya dan Dandim 0726/ Sukoharjo, Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa.

Menurut Sofyan yang pernah terlibat jaringan Poso ini, banyak para ikhwan yang diketahuinya melangsungkan pernikahan tanpa wali, serta tidak mau makan daging ayam karena menurut mereka ayam di sembelih oleh orang orang kafir.

"Di dalam lapas saya juga di kafirkan sama mereka gara - garanya, karena saya tidak mau ikut mengkafirkan TNI dan Polri, saya sangat sedih kalao umat Islam mengikuti kelompok mereka," ujarnya.

Dituturkan Sofyan, teroris Indonesia jumlahnya sekira 1700 orang. Kebanyakan seniornya berasal dari daerah konflik. Untuk itu ia mengingatkan jangan sampai ketika ada konflik di biarkan menjadi besar, karena berpotensi melahirkan teroris.

"Jangan sampai di negara kita ada konflik karena dapat berbahaya bagi negara Indonesia," tegasnya.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya pada kesempatan itu menyampaikan, perlunya meningkatkan kewaspadaan terhadap media informasi agar jangan sampai masyarakat terpengaruh dengan berita - berita hoax yang berisi konten radikalisme.
 
"Saat ini banyak kelompok radikal yang salah pemahamannya yang akhirnya muncullah terorisme. Saya mengajak kepada masyarakat agar bersama sama menjaga persatuan dan kesatuan demi kenyamanan, khususnya di wilayah Sukoharjo," tandas Bupati.

Sementara, kepada hariankota.com, Kepala Kesbangpol Sukoharjo, Gunawan Wibisono mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mencegah terpaparnya masyarakat dari faham yang menyimpang jauh dari akar budaya dengan tema "Penguatan Nilai Luhur Budaya Bangsa Menangkal Radikalisme Dan Terorisme".

"Peserta sekira 1500  yang kami undang, terdiri seluruh perwakilan masyarakat mulai tingkat pengurus RT, RW, Desa hingga camat se Kabupaten Sukoharjo," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners