Rekomendasi

Derita Nabillah, Bayi Anak Pemulung Divonis Tak Akan Hidup Lama

Jumat, 07 Desember 2018 : 22.25
Derita Nabillah, Bayi Anak Pemulung Divonis Tak Akan Hidup Lama (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Sofiyyah Nabillah, bayi umur 9 bulan, buah hati pasangan Mufid Ardiansyah dengan Suci Nurani, warga Demangan RT 02/RW 04,  Baki Pandeyan, Baki, Sukoharjo divonis dokter hanya mampu bertahan selama dua tahun.

Nabillah, begitu sapaan akrab orang tuanya kala menimang. Ia menderita Atresia Bilier, sebuah penyakit pada duktus hepatikus atau saluran empedu pada hati yang langka dan hanya menyerang pada bayi.

Tak cukup sampai disitu derita bayi kelahiran 21 Februari 2018 anak seorang pemulung inI. Kepala bayi yang sedang lucu- lucunya ini, seperti dituturkan sang ibu, pada sisi sebelah kanan makin membesar akibat penyakit hidrosefalus.

Dengan penghasilan sebagai pencari barang - barang bekas (rosok) yang tak menentu, rasanya mustahil beban yang saat ini dipikul Ayah Nabillah dapat tertanggulangi tanpa adanya uluran bantuan.

Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang saat ini dimiliki, pada kenyataannya tidak mampu mencover sepenuhnya penyakit yang diderita Nabillah untuk mendapat perawatan maksimal

"Nabillah ini, mulai sekira umur 3 bulan  sudah opname di rumah selama 4 bulan. Setelah itu, sejak  2 bulan terakhir harus bolak - balik seminggu sekali kontrol," kata Suci saat mendapat kunjungan Yayasan Lentera Sedekah Sabilillah (LSS) area Solo dirumahnya, Jum'at (7/12/2018)

Dengan kondisI seperti itu, Suci dan suaminya hanya bisa berharap adanya uluran bantuan, baik dari pemerintah maupun dermawan yang terketuk meringankan beban yang entah sampai kapan harus mereka pikul.

Salah satu relawan Yayasan LSS, Amina, usai menyerahkan bantuan untuk Nabillah mengatakan, pihaknya mengajak kepada masyarakat lintas komunitas yang memiliki kepedulian sosial, termasuk pemerintah daerah untuk bersama sama membantu anak yang kurang beruntung salah satunya Nabillah.

"Kami akan berupaya membantu dengan melakukan penggalangan donasi melalui Yayasan LSS yang tersebar di beberapa kota. Untuk teknis dan koordinasi nanti akan kami bahas  terlebih dahulu," jelasnya kepada hariankota.com.

Amina berharap , dengan langkah yang dilakukan Yayasan LSS ini akan ada komunitas lain atau masyarakat yang mengikuti untuk membantu meringankan derita Nabillah.

"Bagi dermawan lain yang ingin memberikan bantuan donasi bisa langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Paling tidak sekecil apapun donasi yang diberikan, tentu sudah bisa mengurangi beban bagi orangtuanya dalam merawat Nabillah," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners