Rekomendasi

Ini Kata Otoritas Pemilu Soal Uang Amplop Transportasi

Kamis, 06 Desember 2018 : 17.14

KARANGANYAR - Pemberian uang transportasi kepada peserta kampanye dalam pemilihan legslatif (pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019, menuai pro dan kontra di masyarakat.

Sebagian masyarakat menilai, pemberian uang transport ini justru tidak mendidik masyarakat dalam berdemokrasi.

Disisi lain, pemberian transport ini dinilai hal yang wajar sebagai pengganti uang bensin saat mengikuti kegiatan kampanye dari masing-masing peserta pemiliu.

Namun di sisi lain Otoritas pemilu punya pandangan  lain menyangkut  hal tersebut.

Baca Juga: 



Komisioner Komisi pemilihan Umum (KPU Karanganyar divisi SDM dan partisipasi masyarakat, Budi Sukramto, kepada hariankota.com, menjelaskan, dalam pasal 286 (1) UU No 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum disebutkan, pelaksana kampanye dan atau tim kampanye dilarang menjanjikan dan atau uang atau materi lainnya untuk memengaruhi penyelenggara pemilu dan atau pemilih.

Kemudian dalam penjelasan pasal 286 (1) UU  No 7 tahun 2017, yang dimaksud materi lainnya tidak termasuk pemberian yang merupakan atribut kampanye, kaos, bendera, topi serta biaya uang makan minum peserta kampanye, biaya  atau uang transport kampanye.

Berdasarkan Pasal 286 ayat 1 tersebut, pemberian uang transport tetap dibenarkan dan tidak termasuk politik uang.

"Tentunya besaran uang transport harus dilihat tingkat kewajaran yg berlaku di daerah tersebut. Aturan mengenai hal ini, sudah kita lakukan ke semua tingkatan,” jelasnya.

Terpisah, Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Karanganyar, Sri Handoko, ketika dihubungi hariankota.com melalui telepon selularnya, mengatakan, pemberian uang transport tersebut hanya dilakukan saat masa kampanye hingga 3 hari menjelang pemungutan suara.

Menurutnya, dalam masa kampanye tersebut, pemberian uang transport diperblehkan karena termasuk dalam pembiayaan kampanye.

Pemberian uang transport ini, lanjutnya, hanya bisa diberikan pada saat masa kampanye. Saat memasuki masa tenang atau tiga hari menjelang pemungutan suara.

“Saat ini kan masa kampanye. Pemberian uang diperbolehkan karena termasuk dalam biaya kampanye. Lain halnya saat memasuki masa tenang, dimana tidak ada lagi masa kampanye. Maka pemberian dalam bentuk apapun dilarang. Karena masa tenang, untuk apa lagi uang transport,” jelasnya. (Selesai)

Jurnalis: Iwan Iswanda
Editor: Bagya Komang


Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners