Rekomendasi

Pohon Jati Merangas, Ulatnya Teror Pemukiman Warga

Rabu, 12 Desember 2018 : 19.54
Published by Hariankota
Pohon Jati Merangas, Ulatnya Teror Pemukiman Warga (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SRAGEN - Ratusan pohon jati di Kabupaten Sragen merangas, kering tak lagi berdaun akibat serangan hama ulat. Akibat kondisi tersebut, dampaknya berimbas ke pemukiman lantaran giliran rumah - rumah warga yang jadi sasaran ulat.

Beberapa wilayah Sragen seperti di Kecamatan Tanon, Gemolong, Tangen, Gesi, Masaran dan Sragen utara, sejak beberapa hari terakhir, warga dilanda keresahan akibat serangan ulat pohon jati yang masuk pemukiman.

Informasi yang dihimpun hariankota.com, Rabu (12/12/2018), ulat pohon jati berwarna hitam dengan diameter sekira 1 centimeter dan panjang sekira 3-4 centimeter dalam jumlah besar ini muncul dari pohon jati yang berada di lahan maupun pekarangan warga.

Penuturan Sri (35) salah satu warga Tanon menyebutkan, Semula ulat tersebut hanya berada di seputar kebun atau jalanan. Namun belakangan ini sudah mulai memasuki teras dan rumah warga.

"Ini sudah berlangsung seminggu lamanya. Daun di pohon jati sudah habis di makan ulat. Akibatnya ulat-ulat itu berjatuhan dan terbawa angin, merambah ke jalan dan permukiman," ungkapnya.

Tak jauh berbeda kondisinya dengan wilayah Tanon. Warga Desa Sepat, Masaran, Sragen juga mengalami hal serupa, dimana mayoritas lahan warga juga dipenuhi pohon jati.

Diduga penyebab teror ulat pohon jati yang dalam bahasa latin disebut Hyblaea Puera ini, lantaran kehabisan sumber makanan berupa daun pohon jati, akhirnya merambah rumah warga.

Bahkan Kantor Kepala Desa Sepat, menurut sala satu perangkatnya bernama Lila, juga tak luput dari sasaran ulat jati yang datang dari pekarangan yang letaknya tepat didepannya.

"Ulatnya bahkan sudah masuk ke kantor balai desa. Meski sebenarnya jenis ulat jati tidak membuat kulit gatal, namun karena jumlahnya banyak menimbulkan rasa takut, terutama warga yang alergi," katanya.

Sementara, Kasie Pemerintahan Desa Sepat, Masaran, Ishariyanto menyampaikan serangan ulat pohon jati kali ini terbilang cukup parah. Sebab sudah masuk ke pemukiman termasuk ke balai desa.

"Sepertinya serangan ulat pohon jati hampir serentak dan merata di wilayah Sragen. Mungkin saja hal itu terjadi karena ketidakseimbangan alam. Burung predator banyak diburu warga, akibatnya ulat-ulat itu tak ada yang memangsa," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More