Rekomendasi

Sayembara Desain Kawasan Kumuh Sleman Berakhir

Senin, 24 Desember 2018 : 23.09
SLEMAN - Sayembara desain tata kota kawasan kumuh di sekitar kawasan Kalibuntung Sinduadi, Sleman menuju babak akhir. Peserta yang terpilih mempresentasikan hasil karya terbaik dihadapan dewan juri sebelum menerima hadiah.

"Pelaksanaan berlangsung secara transparan, akuntabel dan tentunya independen," kata Ketua Ikatan Arksitek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (IAI DIY) Ahmad Saifudin Mutaqi dalam keterangan tertulis pada wartawan, Selasa (25/12/2018).

Seleksi yang cukup ketat dilakukan para juri dalam menentukan siapa yang terbaik dari karya-karya para peserta. Pendaftaran sejak Rabu, 7 November 2018 lalu dan ditutup pada tanggal 30 November 2018.

Sebanyak 27 tim dari para arsitek melakukan pendaftaran. Dari jumlah itu, hanya 16 tim yang mengirim karyanya hingga batas akhir pada 7 Desember 2018.

Penjurian tahap pertama dilakukan pada tanggal 13 Desember 2018 kemarin. Dari 16 karya, ada satu karya yang tidak lolos administrasi. Artinya, terdapat 15 karya yang lolos secara administrasi.

Pilihan kelima dewan juri yang memenuhi kriteria Desain, diantaranya: Orisinal dan belum pernah dipublikasikan. Kemudian memperhatikan kriteria kekumuhan http://kotaku.pu.go.id/page/6880/tentang-program-kota-tanpa-kumuh-kotaku.

Kriteria kota tanpa kumuh itu dikerangkai oleh beberapa nilai. Mulai dari nilai ekologi, edukasi, ekonomi, teknologi, kebudayaan, konservasi, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan. Dari 15 karya itu dipilih yang terbaik menjadi enam. Sisanya meski cukup baik, namun tereliminasi oleh dewan juri yang melakukan penilaian secara teliti.

Dari enam karya yang terbaik, disaring lagi menjadi empat karya sehingga dewan juri mengeliminasi dua karya dari para peserta. Dari empat karya pilihan dewan juri itu akhirnya masuk ke nominasi.

Empat karya dari para peserta itu berhak lolos. Dewan juri kembali melakukan penjurian tahap final dengan mengundang ke-empat peserta untuk mempresentasikan hasil karyanya.

Penjurian tahap dua (final) digelar pada Kamis, 20 Desember 2018 kemarin di Ruang Rapat Kepala Dinas PU PKP Kabupaten Sleman. Usai mendengar presentasi ke-empat peserta, selanjutnya digelar sidang di Sekretariat Daerah Kab Sleman untuk menentukan pemenangnya.

Setelah proses yang cukup panjang, juara pertama dengan nomor peserta SKB-01 berhak mendapat tropi dan membawa pulang uang Rp 70 juta. Nama timnya "A+A" dengan Ketua Tim Widodo Agung Nugroho, IAI dari Yogyakarta.

Juara dua dari IAI Bandung dengan Ketua Tim Basauli Umar Lubis. Nama timnya "Water Urbanism" dengan nomor peserta SKB-11 berhak membawa pulang uang sebesar Rp 25 juta serta tropi pemenang.

Ketua Tim Peda Bayu Yunanto dari IAI Yogyakarta meraih juara tiga. Nomor pesertanya SKB-13 dengan nama Tim "Future Team" itu juga membawa pulang uang Rp 15 juta dan tropi. Sedangkan juara harapan diraih "Beecons" dengan Ketua Tim Theo Rifai dari IAI Yogyakarta. Untuk juara harapan ini cukup membawa pulang uang Rp 2,5 juta.

Hasil sayembara ini nantinya dijadikan rekomendasi untuk penataan kawasan kumuh perkotaan di Kabupaten Sleman, khususnya yang berada di sepanjang bantaran Kalibuntung, Sinduadi, Sleman.

Jurnalis: Danang Prabowo
Editor: Ferdinan

Bagikan :

Video Viral

Loading...

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners