Rekomendasi

Siap Bertarung di Kandang Banteng, Prabowo - Sandi Bakal Intensif Gerilya

Minggu, 23 Desember 2018 : 23.32
Published by Hariankota
Siap Bertarung Di Kandang Banteng, Prabowo- Sandi Bakal Intensif Gerilya
SOLO - Koordinator juru bicara (jubir) Badan Pemenangan Nasional pasangan Capres - Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan, Prabowo dan Sandiaga akan lebih sering turun secara bergantian ke Jawa Tengah yang dikenal merupakan kandang banteng, untuk lebih dekat dengan masyarakat.

"Seperti kita ketahui, Jawa Tengah ini kan basis PDIP. Nah, (disini) banyak kelompok - kelompok yang menyebut dirinya Marhaenis dan Soekarnois yang kemudian merasa, bahwasanya pak Jokowi tidak lagi memperjuangkan wong cilik. Mereka ini kemudian melihat ada harapan ke Pak Prabowo," kata Dahnil kepada hariankota.com disela mendampingi Prabowo menghadiri undangan Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA) di Kota Solo, Minggu (23/12/2018).

Berdasar kondisi tersebut, maka Dahnil optimis bahwa peta dukungan Capres - Cawapres dalam Pemilu 2019 mendatang di Jateng, sangat dimungkinkan secara masif terjadi perubahan cukup signifikan.

"Makanya, pak Prabowo akan lebih banyak melakukan silahturahmi di Jateng, dan bang Sandi pun begitu," jelas Dahnil.

Dari hasil survey internal parpol pengusung Prabowo - Sandi selama 1 bulan terakhir, Dahnil menyebut terjadi progres dimana angkanya mencapai 15 persen.

"Baik survey yang dilakukan partai Demokrat, maupun dari kami (BPN-Red), itu ternyata hasilnya matching. Sedangkan untuk saat ini, kami masih terus melakukan pendataan para relawan yang diluar dugaan, jumlahnya makin bertambah," ujarnya.

Sementara, salah satu kelompok relawan pendukung Prabowo - Sandi dari Gerakan Peduli Negeri (GPN) melalui Heru Cipto Nugroho, Ketua Bidang Humas yang menyertai Dahnil, menambahkan, dengan akan dibukanya posko kemenangan di Soloraya, para relawan dan kader parpol pengusung maupun pendukung makin percaya diri.

"Ini akan menambah amunisi dan menumbuhkan kepercayaan diri, baik relawan dan para caleg yang berada di daerah," ujar Heru. Namun begitu, Heru menyebut, tak bisa dipungkiri hal paling sulit saat ini adalah menghilangkan budaya transaksional yang masih sering ia temui dilapangan.

"Ini tentu tidak baik. Saya berharap, jangan lagi Pemilu ini di nodai dengan budaya NPWP, nomer piro wani piro (nomor berapa berani bayar berapa-Red)," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Irawan

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More