Rekomendasi

Sosialisasi Empat Pilar Rinto Subekti Ajak Masyarakat Pegang Teguh Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

Kamis, 06 Desember 2018 : 17.30
WONOGIRI - Politisi Partai Demokrat yang juga sebagai anggota DPR RI Rinto Subekti mengajak masyarakat luas terutama  generasi muda untuk memegang teguh dan membumikan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Dalam sosialisasi yang digelar di balai pertemuan desa pulutan wetan Kecamatan Wuryantoro Kabupaten  Wonogiri pada Kamis 29 November 2018, Rinto mengatakan melalui sosialisasi empat pilar ini, ia ingin menyatukan sikap, tindakan dan pemikiran antara kaum Pancasilais dan nasionalionalis.

Membumikan Pancasila bukan hanya sekedar memberi generasi muda wawasan tetapi tindakan nyata berupa amalan karya kepada masyarakat.

"Pancasila itu harga mati. Oleh sebab itu, di samping sosialisasi, kita juga tanamkan Pancasila dengan amalan bukan omelan," jelas Rinto Subekti.

Rinto Subekti  yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah menjelaskan, bentuk nyata amalan Pancasila bisa beraneka macam. Semisal dalam bidang keagamaan, membantu anak-anak yatim dan fakir miskin.

Dalam bidang kemanusiaan, dengan bertindak sesuai norma dan etika. Tidak boleh mendolimi orang lain.

"Bidang Kemasyarakatan, kita akan melakukan amalan dengan bakti sosial dan memberi bantuan sumur bor bagi masyarakat yang kesulitan air," ungkap dia.

Ia mengatakan pasca reformasi Indonesia menganut sistem open Ideologi atau ideologi terbuka. Sehingga tidak menutup kemungkinan banyak sekali idelogi yang masuk.

Sebab itu, ia berpendapat, perlu adanya gerakan konkret untuk melawan radikalisme, berupa filterisasi idelogi.

"Filterisasi ideologi itu yang bisa mereduksi dasar, kayakinan dan pandangan hidup bangsa yang dalam hal ini Pancasila," terangnya.

Selain itu, Rinto juga menyoroti perlu adanya aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Aktualisasi ini agar masyarakat mengerti dan memahami secara benar, nilai yang terkandung dalam Pancasila.

"Pancasila itu bukan Ideologi berbasis agama, tetapi sila satu ketuhanan yang maha esa, Pancasila terbuka terhadap agama sebagai salah satu sumber inspirasinya. Ini harus kita pahami secara baik," terang dia.

Menurut Rinto, sosialisasi empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan upaya untuk menyegarkan kembali ingatan dan kesadaran sebagai bangsa.

Pasalnya, ungkap Wakil Rakyat dari daerah pemilihan (Dapil IV) ini, ingatan dan kesadaran berbangsa ini penting dipelihara demi keberlangsungan negara ini.

"Ancaman terbesar kita adalah perpecahan," jelas Rinto.

Dikatakannya, ketika kesadaran sebagai sebuah bangsa yang terdiri atas berbagai suku, budaya, agama dengan cita-cita bernegara yang telah digariskan bersama mulai hilang maka perpecahan bukan sesuatu yang tidak mungkin.

"Ketika kesatuan sebagai sebuah bangsa runtuh maka bukan tidak mungkin Indonesia kembali dijajah oleh bangsa lain. Mungkin di beberapa daerah belum terasa, tetapi di kota-kota besar kehidupan individualistik sudah sedemikian rupa," katanya.

Di sisi lain, kata dia, pihak asing terus berusaha menanamkan pengaruhnya, paham-paham yang tak sesuai dengan ideologi negara juga berusaha memengaruhi masyarakat, penghargaan atas kebinnekaan berkurang, dan berbagai ancaman lainnya.

Untuk itulah, kata Rinto, MPR turun ke masyarakat, mengingatkan kembali prinsip-prinsip bernegara, membangun kembali semangat persaudaraan dan persatuan.

Menurut Rinto, dalam era globalisasi seperti saat ini, rakyat Indonesia harus mengedepankan keempat pilar tersebut sehingga dapat menjadi daya saing dengan negara lain.

Untuk itu, sosialisasi pemberian pemahamaan yang utuh mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika itu sangat penting dilakukan.

"Ini menjadi tantangan terberat bagi bangsa Indonesia untuk memegang dan mengejawantahkan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Sejak proklamasi, cita-cita kemerdekaan belum terwujud, terutama tentang hak-hak rakyat secara universal," ujar Rinto.

Rinto mengajak warga desa Jumapolo untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, Pancasila adalah nilai yang hidup di masyarakat.

"Pancasila bukanlah milik perseorangan. Pancasila adalah milik kita bersama. Pancasila mempersatukan bangsa Indonesia," jelasnya.

Karena itulah dia mengajak para warga untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam hidup sehari-hari.

"Banyak hal yang bisa dilakukan. Nilai-nilai Pancasila itu perlu diimplementasikan," pintanya.

Lebih lanjut Rinto mengungkapkan bahwa Pancasila mempersatukan bangsa Indonesia. Pancasila telah teruji dalam perjalanan bangsa Indonesia. Tak heran bila Negara lain sangat memuji Pancasila.

Untuk itu, Rinto meminta agar empat pilar kebangsaan harus tetap dijaga. Karena Indonesia terus diserang ideologi yang mengancam terjadinya perpecahan.

"Empat pilar kebangsaan, harus terus dipegang teguh dalam kehidupan bernegara. Karena Indonesia terus diserang ideologi yang menyimpang dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI,"ujar politisi dari Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini.(Adv)

Jurnalis: Nugi Hartanto
Editor: Santi

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners