Rekomendasi

Sosialisasikan Empat Pilar, Rinto Subekti : Perangkat Desa Ujung Tombak Persatuan

Jumat, 07 Desember 2018 : 17.30
SRAGEN - Anggota MPR RI dari Partai Demokrat Rinto Subekti menyambangi Desa Banaran, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Dalam sosialisasi yang di gelar pada Jumat 30 November 2018, Rinto Subekti yang maju dari daerah pemilihan Jateng VI mengatakan perangkat desa memiliki peran penting.

Pasalnya, ungkap Rinto, perangkat desa adalah ujung tombak dari Pemerintahan Kecamatan, Kabupaten, Propinsi dan Pusat, bagian dari struktur pemerintahan yang paling bawah dan mempunyai andil besar dalam menjaga 4 pilar kebangsaaan.

"Nilai-nilai kebhinnekaan penting untuk di jaga bersama, karena hal tersebut menjadi simbol dari identitas kebangsaan dan wujud dari Pancasila," jelas Rinto yang juga Ketua DPW Partai Demokrat Jawa Tengah.

Kepala desa dan perangkat desa itu, ungkap Rinto, punya andil besar untuk menjaga keharmonisan, kerukunan umat beragama kepada masyarakatnya dengan nilai-nilai kebhinnekaan, persatuan dan kesatuan bangsa, aturan dan budaya.

"Kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan bangsa, kerukunan ummat beragama berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Untuk itu, saya minta kepada para peserta sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini, jangan sampai karena perbedaan suku ras dan pemahaman agama, masyarakat bisa bercerai berai,” tegasnya dihadapan peserta sosialisasi.

Lebih lanjut, kepala desa dan perangkat desa mempunyai tempat di hati masyarakat. Karena, selain memiliki kedudukan pemerintahan paling bawah juga menjadi tempat yang strategis bagi masyarakat dalam mengadukan berbagai persolan yang berkembang di baris paling bawah.

Untuk itu, sudah sepantasnya kades dan perangkat desa menjadi mintra pemerintah pusat untuk turut serta mensosialisasikan dan mengamalkan empat pilar kebangsaan itu.

“Apabila masyarakat di arus yang paling bawah suruh menghafalkan poin per poin dari empat pilar kebangsaan itu tidak mungkin hafal. Namun saya yakin, bapak ibu yang hadir dalam kegiatan ini mampu mensosialisasikan dan mengamalkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan itu kepada masyarakat di desanya masing-masing,"ujarnya.

Tak hanya itu saja yang disampaikan Rinto, dia juga berpesan seluruh elemen bangsa Indonesia tidak boleh melupakan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi negara.

Menurutnya, bangsa Indonesia harus tetap kokoh dan eksis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara, diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kebhinekaan dan perbedaan merupakan suatu hal yang tidak bisa dielakkan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang memang multikutural dan multietnis”, jelas Rinto.

Karena itulah, konsep Bhineka Tungga Ika akan sangat relevan untuk dapat dipertahankan dalam menjaga persatuan dan  keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia ingatkan juga, jangan sampai karena ada perbedaan malah terjadi konflik horizontal.(Adv)

Jurnalis: Nugi Hartanto
Editor: Santi

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners