Rekomendasi

Spanduk Larangan Perayaan Tahun Baru Terpasang, Wali Kota Malang Minta Warga Tak Terprovokasi

Jumat, 28 Desember 2018 : 17.10
Published by Hariankota
Spanduk Larangan Perayaan Tahun Baru Terpasang, Wali Kota Malang Minta Warga Tak Terprovokasi (Foto: Miadaada/hariankota)
KOTA MALANG - Jagat media sosial kembali viral lantaran sebuah spanduk larangan perayaan tahun baru yang terpasang di Jalan Bareng Tengah V, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Spanduk bertuliskan 'Kita Muslim 1 Muharram Bukan 1 Januari, Meniup Terompet Budaya Orang Yahudi, Merayakan Malam Tahun Baru Ajaran Orang Nasrani, dan Menyalakan Api Budaya Majusi' viral lantaran dianggap provokatif dan menyinggung SARA.

Dari pantauan hariankota.com spanduk tersebut sempat terpasang sehari, sebelum akhirnya diturunkan oleh warga dan pihak perangkat kelurahan terkait.

Meski demikian spanduk tersebut sudah terlanjur viral di media sosial. Bahkan sebuah akun instgram @mBarengBerhijrah @Realmasjidalamien yang diduga menjadi pemasang spanduk tersebut juga memasang tulisan tersebut di instagramnya.

Melalui akun @mBarengBerhijrah, dengan jelas mengajak masyarakat Kota Malang untuk tidak merayakan tahun baru dan mengingatkan tahun baru umat islam adalah 1 Muharram bukan 1 Januari.

Wali Kota Malang Sutiaji membenarkan adanya kejadian tersebut, pihaknya sendiri sudah memerintahkan jajaran Satpol PP dan kelurahan untuk melepasnya bila ditemukan spanduk serupa di daerah lainnya.

"Sudah diturunkan. Sudah saya instrusikan Satpol PP untuk turunkan kalau ada di daerah lain," ujar Sutiaji ditemui hariankota, Jumat sore (28/12/2018) di Balai Kota Malang. Ia juga menyebut bahwa spanduk larangan merayakan tahun baru itu mengarah ke paham radikalisme dan dipasang oleh segelintir orang yang tak bertanggungjawab.

"Saya kira itu satu dua saja jadi Insya Allah tidak akan terjadi. Itu pemahaman orang per orang saja. Tetap kita waspada tentang radikalisme. Itu mengarah ke sana (radikalisme)," bebernya. Namun Sutiaji berpesan kepada warga Kota Malang untuk tetap menjaga situasi kondusif dan tidak terprovokasi oleh pihak - pihak yang tak bertanggungjawab.

"Jangan sampai benih - benih itu muncul terus. Itu kepercayaan masing - masing. Kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Kita keliling terus per kelurahan, per kecamatan, tokoh - tokoh masyarakat per kecamatan kita undang supaya tidak ada radikalisme itu," terangnya.
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More