Rekomendasi

Sudahkan Pendestrian Berpihak Pada Para Pejalan Kaki

Sabtu, 08 Desember 2018 : 15.02
JAKARTA sebagai ibukota terus berupaya memberikan fasilitas pada warganya. Sejak Indonesia merdeka, Jakarta  menjadi sorotan atas dinamika pembangunan di kotanya.

Saat era Soekarno hingga Soeharto, pemerintah sempat berencana memindahkan ibukota ke daerah lain karena pesatnya pertumbuhan di Jakarta.

Wacana pemindahan ibukota tersebut, tidak lepas dari anggapan beberapa pengamat bawa Jakarta dibangun dengan asas berkelanjutan.

Lantas setelah puluhan tahun menjadi ibukota, apakah orientasi pembangunan kota besar seperti Jakarta sudah berkelanjutan

Arsitek, Pemerhati Kota dan Anggota Tim Pemugaran DKI Jakarta, Aditya W Fitrianto menyatakan, poin penting pembangunan kota yang berkelanjutan adalah menggunakan konsep 'Green' yang berarti ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Ada pedestrian, taman, dan transportasi publik yang nyaman," kata dia kepada wartawan,belum lama ini.

Aditya mengatakan, orientasi pembangunan oleh Pemprov DKI Jakarta sudah mulai mengarah ke pembangunan berkelanjutan dengan memperbaiki kualitas dan kuantitas transportasi publik serta pejalan kaki.

Menurutnya, permulaan fokus pembangunan transportasi publik yang baik adalah saat munculnya Transjakarta pada 2004 lalu.

Namun, ia tidak menampik jika beberapa pembangunan prasarana seperti trotoar masih bersifat reaktif. Sifat tersebut  menurutnya, tidak lepas dari bagian proses pembangunan.

"Kita ambil contoh Asian Games, buru-buru bikin trotoar baru, tapi di bagian trotoar yang belum selesai, ditutupi dengan rumput hingga menutupi area halte lama,” ucapnya.

Ia tidak menampik bahwa sebagian kawasan perkantoran seperti Sudirman-Thamrin Gatot Subroto sudah diperbaiki.

Kawasan luar pusat bisnis seperti jalan Rawasari, jalan Pramuka, dan jalan Pemuda juga dinilainya lebih baik dari sebelumnya.

Data Dinas Bina Marga DKI Jakarta tahun 2017 menyebutkan, provinsi DKI Jakarta memiliki total jalan sepanjang 7.000 kilometer. Dengan panjang tersebut, saat itu jalan yang dibangun dengan trotoar di sisinya masih 400 kilometer.

Minggu ini, hariankota.com menerjunkan tim jurnalisnya mencoba mengupas pendestrian di kota-kota besar di Indonesia termasuk kota-kota yang tengah berkembang lainnya.

Diharapkan, laporan khusus ini bisa menjadi gambaran pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan fasilitas terutama untuk perjalan kaki.

Editor: Irawan




Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners