Rekomendasi

Terungkap Pembunuhan dan Persetubuhan di Tengah Ladang, Belum Klimaks Tersangka Ketakutan

Rabu, 19 Desember 2018 : 17.21
Published by Hariankota
Terungkap Pembunuhan Dan Persetubuhan Di Tengah Ladang, Belum Klimaks Tersangka Ketakutan (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
BOYOLALI - Satreskrim Polres Boyolali menggelar rekontruksi kasus pembunuhan seorang perempuan yang sempat menghebohkan lantaran mayatnya ditemukan warga tergeletak ditengah ladang Kampung Banjarsari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali pada Minggu pagi, 2 Desember 2018 lalu.

Dalam rekontruksi yang dilaksanakan pada Rabu, (19/12/2018) ini, Polisi menggiring tersangka ke 3 Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni di rumah kos korban, tempat nongkrong disebelah timur patung jagung yang tak jauh dari Alun - Alun Boyolali dan terakhir TKP ditemukannya mayat sekaligus juga lokasi nyawa korban dihabisi.

Pantuan hariankota.com, sedikitnya ada 40 adegan yang diperagakan langsung oleh tersangka pelaku pembunuhan, Fajar Sigit Santosa alias Kenyung (19) warga Kampung Waru, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali dengan korban Eka Rahma Apriliyanti Ifada (24) warga Magelang, diperagakan oleh anggota Polwan Polres Boyolali.

Diawali saat tersangka, pada Sabtu, 1 Desember 2018 sekira pukul 19.00 WIB menjemput korban ditempat kosnya di Jalan Merbabu, Surowedanan, Kampung Pulisen, Boyolali. Dengan mengendarai sepeda motor matik AD 3951 NW, korban dibonceng diajak jalan - jalan nongkrong di sekitar Alun - Alun Boyolali, tepatnya sebelah timur patung jagung.

Ditempat nongkrong inilah, tersangka yang diduga dalam pengaruh minuman beralkohol merasa tersinggung ketika korban menanyakan kapan hutang tersangka atas pembelian material besi di toko tempat mereka berdua bekerja sebesar Rp 350 ribu akan dikembalikan.

Mengingat waktu sudah larut malam. Dari tempat nongkrong, tersangka kemudian mengajak korban pulang ke tempat kos. Namun, korban yang merasa curiga bertanya ketika jalan yang dilewati bukan mengarah ke tempat kos.

Tengah malam itu, tersangka membawa korban melalui jalur sepi minim penerangan jalan, ditengah ladang dan hutan sengon, dimana rumah - rumah penduduk juga jarang ditemui.

Pada adegan berikutnya, diketahui, sepeda motor sengaja dibelokkan tersangka ke jalan setapak tak beraspal. Ditempat sepi itu, kemudian tersangka yang sudah dirasuki emosi menjalankan aksinya berpura - pura menjatuhkan sepeda motor sehingga jatuh berdua.

Dalam posisi jatuh telentang, tersangka lantas membekap mulut serta mencekik leher korban dari belakang dengan kedua tangannya. Selain itu, kaki tersangka juga melilit kaki korban agar tak melakukan perlawanan, hingga akhirnya korban lemas tak berdaya kehabisan nafas.

Berikutnya, tersangka memperagakan adegan menyetubuhi korban yang tengah sekarat menjelang ajal dengan helm masih menempel dikepala. Terdengar suara hujatan warga terutama kaum perempuan warga sekitar saat ikut menyaksikan adegan rekontruksi tersebut.

"Wuah, biadab betul itu pelakunya. Kok tega sekali dia. Sudah sepantasnya di hukum mati saja," gumam seorang ibu sambil menggendong anak kecil, saat menyaksikan dari luar garis polisi.

Terakhir, belum sampai klmaks melampiaskan hasratnya. Tersangka yang mengaku ketakutan mengetahui korban sudah kehabisan nafas dan dari mulutnya keluar bunyi "ngorok" seperti orang tidur, lantas membopong korban untuk dipindah bergeser beberepa meter ke pinggir jalan penuh semak dan lantas ditinggal pergi.

Beberapa barang milik korban seperti tas dengan dompet didalamnya berisi uang Rp 73 ribu, dan 2 buah telepon genggam juga tak luput ikut dibawa kabur tersangka dengan mengendarai sepeda motornya.

Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto yang memimpin jalannya rekontruksi menyampaikan, rekontruksi di gelar dengan menghadirkan pihak kejaksaan dan pengacara tersangka untuk melengkapi berita acara sebelum pelimpahan untuk disidangkan.

"Alhamdullilah, semua adegan yang diperagakan, sudah sesuai seperti yang dikatakan tersangka. Tidak ada yang dilebihkan maupun dikurangi," jelasnya. Atas perbuatannya menghilangkan nyawa orang dengan sengaja, tersangka yang rumah tinggalnya tak jauh dari TKP ini dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More