Rekomendasi

Unik! Ribuan Warga Karanganyar Sambut Pelantikan Bupati dengan Lampah Bisu

Senin, 17 Desember 2018 : 01.08
Published by Hariankota
Unik! RIbuan Warga Karanganyar Sambut Pelantikan Bupati Dengan Lampah Bisu (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
KARANGANYAR - Menyambut atas dilantiknya Juliatmono sebagai Bupati untuk periode kedua 2018 - 2013 bersama pasangan barunya, Rober Christanto sebagai Wakil Bupati. Ribuan warga Karanganyar menggelar aksi Lampah Mbisu (jalan kaki tanpa bicara) menuju kediaman pribadi Juliatmono di Dukuh Pokoh, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Minggu (16/12/2018) malam.

Aksi yang dikemas menyerupai ritual kirab budaya tersebut sekaligus juga wujud bentuk keprihatinan atas kian menggejalanya ungkapan kebencian, permusuhan, fitnah, serta provokasi sesama anak bangsa akhir akhir ini, menjelang Pemilu 2019.

"Situasi seperti ini tak bisa kita biarkan terus menerus, mau jadi apa bangsa ini," ungkap ketua panitia, Sutarko.

Pantauan hariankota.com, seusai rombongan kirab yang membawa gunungan sayur mayur, dan lima jodang bambu berisi jadah atau sejenis kue tradisional berbahan beras ketan tiba di depan kediaman pribadi Bupati, sebuah tombak pusaka yang turut dibawa dalam kirab, secara simbolis diserah terimakan kepada Juliatmono, selaku bupati terpilih.

Tombak pusaka dimaksudkan sebagai simbol permintaan warga kepada pemimpinnya agar mengayomi segenap rakyat Bumi Intanpari tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antar golongan.

Selanjutnya, Bupati dan Wakilnya disertai jajaran Forkopimda dengan busana serba hitam dikawal peserta kirab melanjutkan jalan kaki sejauh sekira 2 kilometer menuju tempat puncak aksi Lampah Mbisu di Komplek Pabrik Gula (PG) Tasikmadu.

"Saya bersama mas Rober sangat terharu dengan acara ini. Dimana idenya sangat bagus, untuk bersama - sama membangun Karanganyar menjadi lebih baik dalam 5 tahun kedepan," kata Juliatmono saat memberikan sambutan diatas mimbar berupa kereta kencana didampingi Rober.

Bupati pun terkesan dengan tema aksi ini yaitu,"Siji Wadah Ojo Pecah" (satu wadah jangan sampai pecah-Red), dengan maksud ingin mengajak masyarakat agar tetap bersatu dan tak tercerai berai karena perbedaan.

"Untuk itu, kami berdua mohon dido'akan agar dapat menyelesaikan amanah yang sudah diberikan ini sampai berakhirnya masa bakti pada 2023 mendatang," tandasnya.

Dipuncak acara sekira pukul 23.00 WIB, jadah yang semula didalam lima tandu joli, oleh Bupati dan Wakilnya kemudian dibagi - bagikan kepada peserta aksi kirab dan masyarakat yang hadir dilokasi acara.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :

Video Amatir Hujan Deras Pemukiman Warga di Lereng Candi Cetho Terkena Limpahan Air

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners