Rekomendasi

Wajibkan Restoran dan Supermarket Jual Prodak Pertanian Hingga Kerajinan, Koster Keluarkan Pergub

Jumat, 07 Desember 2018 : 20.05
Wajibkan Restoran dan Supermarket Jual Prodak Pertanian Hingga Kerajinan, Koster Keluarkan Pergub (dok.hariankota)
DENPASAR - Peraturan Gubenur Bali yang mewajibkan restoran dan  supermarket di Bali menjual  prodak Pertanian dan ragam kerajinan lokal resmi dikeluarkan  bertepatan Hari Pangan Sedunia (HPS)
Pergub ini di keluarkan selain melindungi kelestarian pertanian atau potensi kerajinan di daerah ini, kebijakan ini diyakini akan memberi kesejahtraan petani atau pengerajin itu sendiri.

Hal itu diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster saat berpidato sebelum membuka HPS Tingat Provinsi Bali di Taman Kota Singaraja.

Dia didampingi Bupati Putu Agus Suradnyana bersama Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.O.G, Kepala Dias Ketahanan Pangan Drh. Nyoman Surya Temaja, Kepala Dinas Pertanian Nyoman Genep, dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain di Pemkab Buleleng.

Gubernur Wayan Koster mengatakan, setelah resmi menjabat diperiode pertama pihkanya telah menuntaskan pembahasan pergub yang mewajibkan buah lokal dan kerajinan Bali diserap hotel atau supermarket di Bali.

Menginjak tahun 2019 nanti, pergub ini diundangkan secara resmi. Kebijakan ini tidak semata-mata memaksa setiap pengusaha hotel, supermarket atau usaha perdagangan lain menjual ragam komuditas pertanian, perkebunan sampai produk karya seni warga Bali.

Namun demikian, regulasi ini upaya proteksi produk pertanian maupun kerajinan yang tidak mudah diklaim oleh daerah lain.

“Regulasi ini membuka pasar produk pertanian dan kerajinan kita di Bali dan juga regulasi ini untuk memproteksi jangan sampai diakui oleh orang lain,” jelasnya.

Selain melalui regulasi, Gubernur Kostser juga merencanakan skema lain dalam meningkatkan usaha tani atau sektor kerajinan Bali.

Ini dilakukan dengan menggandeng perushaaan di Bali untuk diajak membantu pemerintah dalam membangkitkan pertanian atau kerajinan.

Caranya dengan meminta kucuran dana Corporate Social Responsibility (CSR) lebih tepat sasaran dan tidak terpaku di suastu tempat saja.

Selama ini sangat memungkinkan dilakukan karena selama ini perusahaan besar di Bali kucuran CSR-nya tidak terarah manfaatnya dan tidak jelas siapa pihak yang menerima.

Untuk itu, mulai tahun 2019 nanti, pihaknya akan mengumpulkan CSR tersebut dan diawali dengan mengarahkan CSR perusahaan untuk pembangunan pertanian di Buleleng dari sektor hilir smapai hulu.

“Saya sudah ajak ngomong semua perusahaan untuk membantu kita dengan mengumpulkan CSR kemudian kita membantu pengembangan pertanian atau kerajinan dan usaha lain di Bali. Dan di Buleleng sendiri kita paket CSR itu untuk mengatasi masalah pertanian di daerah kita,” katanya.

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) mengatakan, pemkab komitmen untuk meningkatkan pengembangan sektor pertanian dan pangan.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan pihanya telah melakukan kebijakan dan program inovatif, optimalisasi lahan pekarangan dan pemberdayaan kelompok masyarakat melalui program Rumah Pangan Lestari (RPL).

Program ini dilakukan dengan menanam tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, terong dan lain-lain dengan media polibeg. Program ini selain bisa memenuhi kebutuhan setiap warga, namun produks lebih dapat dijual dan memberi penghasilan tambahan untuk peningkatan kesejahtraan keluarga.

“Ini sejalan dengan kebijakan pemprov dan saya yakin kalau regualsi sudah dibuat produksi pertanian atau produk kerajinan kita terserap di daerah sendiri dan ini memberi keuntungan untuk masyarakat kita,” jelasnya.

Jurnalis: Vika Muftiarini
Editor: Rahayu

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners