Rekomendasi

Wali Kota Malang Klarifikasi Kontroversi Surat Himbauan Natal

Kamis, 20 Desember 2018 : 17.46
Published by Hariankota
Wali Kota Malang Klarifikasi Kontroversi Surat Himbauan Natal (Foto: Miadaada/hariankota)
KOTA MALANG - Surat himbauan Wali Kota Malang menjelang perayaan natal sempat memantik kontroversi dan viral di media sosial Kota Malang. Dalam surat himbauan yang dikeluarkan 17 Desember 2018, tersebut terdapat lima poin dimana yang memantik kontroversi pada poin 4 dan 5.

Pada poin 4 disebutkan Para pengusaha retail, mini market, dan PHRI untuk tidak memaksa karyawannya yang muslim mengenakan atribut natal.

Sementara poin 5 disebutkan Kepada Camat dan Lurah agar melaksanakan pemantauan wilayah dan hasilnya dilaporkan secara hirarki kepada Walikota Malang, tembusan kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Malang.

Menyadari pro kontra surat himbauan tersebut Wali Kota Malang Sutiaji memberikan penjelasan dan menegaskan Pemkot Malang menghargai nilai - nilai pluralisme serta kebersamaan dalam harmonisasi kehidupan beragama.

"Diksi dalam poin tersebut tidak dalam konteks melarang untuk merayakan dan menyemarakkan," jelas Sutiaji, Kamis (20/12/2018).

Menurut Sutiaji, poin tersebut lebih didekatkan pada klausul poin 4 untuk menghimbau agar pelaku usaha tidak mengharuskan karyawannya yang berbeda keyakinan untuk menggunakan atribut - atribut natal.

Sebagai informasi surat himbauan Wali Kota Malang memang sempat memantik reaksi pro kontra terutama di kalangan masyarakat kristiani dan katolik yang dinilai bisa multi tafsir.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More