Rekomendasi

Abu Bakar Ba'asyir Batal Dibebaskan, Ponpes Islam Al Mukmin Kecewa Berat

Rabu, 23 Januari 2019 : 13.56
SUKOHARJO - Batalnya pemerintah membebaskan Abu Bakar Ba'asyir tanpa syarat memantik rasa kecewa bagi keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Al Mukmin Ngruki di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo dan para kerabat.

"Beberapa hari yang lalu, kami mengumpulkan anak - anak untuk menyampaikan kabar gembira tentang rencana kedatangan Ustad Abu Bakar Ba'asyir. Saya jelaskan juga tentang siapa beliau (Abu Bakar Ba'asyir), karena anak - anak angkatan ini, banyak yang belum mengenal," kata Direktur Ponpes Islam Al Mukmin, Ibnu Hanifah kepada hariankota.com dan awak media lainnya saat jumpa pers terkait batal bebasnya Abu Bakar Ba'asyir, Rabu (23/1/2019).

Kepada anak - anak di ponpes, menurut Ibnu, pihaknya menyampaikan gambaran bahwa Abu Bakar Ba'asyir merupakan sosok penuh kesederhanaan, lugas lugu, apa adanya, serta selalu bersungguh - sungguh dalam bekerja. Abu Bakar Ba'asyir adalah sosok yang selalu menginspirasi murid - muridnya.

"Dari gambaran itu, anak - anak sebenarnya sudah cukup berbunga - bunga. Juga kami sampaikan bahwa semuanya bisa terjadi, saya minta kepada anak -anak agar kabar gembira itu menjadi sebuah kenyataan.

Tapi ternyata, (kabar) itu sebuah PHP (pemberi harapan palsu-Red) saja. (Pemerintah) mending tidak mengeluarkan statemen yang menggembirakan, kemudian menganulir kembali. Itu keluar dari seorang yang mempunyai otoritas di negeri ini," kata Ibnu.

Menurut Ibnu, bukan hanya sekali ini saja rencana pemerintah membebaskan Abu Bakar Ba'asyir kandas ditengah jalan tanpa ada penjelasan tindak lanjutnya.

"Terus kepada siapa kami menggantungkan harapan itu. Bukan hanya sekali. Maka kami bertanya - tanya bagaimana negeri ini. Kami agak kesulitan juga nanti ketika anak - anak tumbuh rasa antipati gitu loh. Mereka jumlahnya sekira 1500 tersebar di berbagai daerah.

Mereka akan mengingat ternyata apa yang dijanjikan itu tidak 'netes' (gagal membuahkan hasil). Ini akan membawa perasaan tidak nyaman. Itu yang kami khawatirkan ketika mereka pulang, boleh jadi ini akan berkembang," tandasnya.

Oleh karenanya, persoalan batal bebasnya Abu Bakar Ba'asyir, Ponpes Islam Al Mukmin, meski kecewa namun akan berupaya memberi pemahaman kepada anak didik seluruh santri - santrinya bahwa ini adalah sebuah takdir yang harus diterima.

"Bagi Ustad Abu Bakar Ba'asyir (soal) dunia ini selesai. Mau dibebaskan atau mau ditahan, bagi beliau dua- duanya ndak masalah. Tetapi persoalan kemudian ya itu tadi, tentang PHP, tentang ketidaknyamanan yang kami khawatirkan akan dibawa keluar setelah mereka (santri -Red) selesai menempuh pendidikan disini. Itu masih tertanam dibenak mereka," ujarnya.

Sementara, Ketua Yayasan Ponpes Islam Al Mukmin, Wahyudin mengungkap bahwa sehari sebelumnya, ia ditemui seorang anggota TNI berpangkat bintang satu yang menyampaikan bahwa pemerintah sedang mencari formula yang tepat untuk membebaskan Abu Bakar Ba'asyir.

Kepada anggota TNI tersebut, Wahyudin menyampaikan 5 poin untuk menjadi bahan pertimbangan pemerintah agar segera membebaskan Abu Bakar Ba'asyir.

"Dalam poin kedua, saya sampaikan, mengingat Ustad Abu ini sudah sepuh (lanjut usia-Red), maka saya khawatir atas kesehatannya mengingat usianya sudah sekira 80 tahun. Seandainya beliau meninggal didalam tahanan, maka tentu ini akan menjadi aib, bernilai negatif bagi pemerintah, dan dapat memicu marahnya sebagian umat Islam," kata Wahyudin.

Untuk itu, Wahyudin berharap kepada para petinggi negara, khususnya yang muslim untuk lebih baik memaafkan daripada mendzolimi. Menurutnya dalam memaafkan itu, bagi umat Islam ada pahalanya. Tetapi didalam mendzolimi, boleh jadi akan meninggalkan dendam.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video: Detik-detik Ledakan di Parkir saat Debat Capres ke-2 Berlangsung

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners