Rekomendasi

Abu Bakar Ba'asyir Bebas Murni Tanpa Syarat, Keluarga Akan Syukuran

Senin, 21 Januari 2019 : 18.28
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Kabar Abu Bakar Ba'asyir akan pulang ke Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Al Mukmin Ngruki, di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, setelah dibebaskan dari Lapas Gunung Sindur Bogor telah menjadi perbincangan warga.

Informasi yang berhasil digali hariankota.com dari sumber kalangan aktivis ormas Islam, Senin (21/1/2019) menyebutkan jika tak ada perubahan, Abu Bakar Ba'asyir diperkirakan akan pulang antara Selasa - Kamis (22-24/1/2019).

Kepada awak media, saat dikonfirmasi di Ponpes Islam Al Mukmin Ngruki, Abdul Rohim Ba'asyir akrab disapa Ustadz Iim, putra bungsu Abu Bakar Ba'asyir mengatakan, atas akan bebasnya ayahandanya, ia mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu.

"Rencana, kami syukuran kecil - kecilan di pesantren, bahwa ayah kami yang selama ini di penjara bisa pulang. Kami akan mengadakan sambutan dengan mengundang tetangga - tetangga sekitar yang Insya Allah akan kami hadirkan disini (ponpes -Red)," katanya.

Keputusan pemerintah membebaskan Abu Bakar Ba'asyir setelah menjalani 2/3 masa hukuman penjara dari seluruh waktu sebelum 15 tahun masa hukumannya selesai, ditegaskan Ustadz Iim, merupakan bebas murni tanpa syarat.

Ustadz Iim mengaku, pihak keluarga kali pertama mendapat kabar tentang akan bebasnya Abu Bakar Ba'asyir dari Yusril Ihza Mahendra yang menyampaikan keberhasilannya melobi Presiden Joko Widodo.

"Bang Yusril memberitahu bahwasanya beliau (Yusril-Red) melakukan lobi pada Presiden agar supaya Abu Bakar Ba'asyir dibebaskan. Lalu, kebetulan kemarin (Jum'at - Red) beliau (Yusril-Red) menyampaikan kepada kami bahwa proses lobi itu berhasil, presiden sudah menyetujui dan ini tinggal pelaksanaan pembebasan itu," tandasnya.

Terpisah, Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) Solo, Endro Sudarsono menanggapi pro - kontra yang di unggah oleh banyak media mengatakan, tidak ada satupun pihak yang dirugikan dengan bebasnya Abu Bakar Ba'asyir.

"Pihak keluarga hanya ingin Ustadz Abu Bakar Ba'asyir keluar (dibebaskan tanpa syarat-Red) dengan mengikuti prosedur yang ada. Dan Ustadz Abu sendiri yang menghendaki hal itu," ujar Endro.

Dilihat dari kalkulasi politik dan hukum, menurut Endro bebasnya Abu Bakar Ba'asyir menguntungkan semua pihak. Nilai politik Pemerintahan Presiden Jokowi naik, dan di sisi lain Abu Bakar Ba'asyir bisa kembali berkumpul bersama keluarga serta para santrinya.

"Pak Jokowi diuntungkan. Artinya, dalam hal ini tidak ada yang dirugikan dengan pembebasan Ustadz Abu kecuali Australia yang mengaitkan banyaknya warga negara Australia yang menjadi korban bom Bali. Ustad Abu tidak terkait dengan bom Bali, namun terkait dengan bom Aceh. Ini menunjukkan intevensi Australia terhadap kasus terorisme di Indonesia," pungkas Endro.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More