Rekomendasi

Autokritik, Pentingnya Resapan Air Pada Bangunan

Minggu, 27 Januari 2019 : 14.11
YOGYAKARTA - Arsitek sering mengabaikan lingkungan sekitar dalam merancang sebuah bangunan. Sebagai contoh sederhana tidak ada peresapan air saat musim hujan. Imbasnya, genangan hingga banjir acap kali terjadi dalam pemukiman karena air tidak terserap ke dalam tanah. Untuk itu, resapan air sangat penting agar tidak menyumbang kerusakan lingkungan.

"Salah satu penyebab banjir karena minim resapan air. Resapan air pada sebuah bangunan itu sangat penting," kata Dosen Arsitek Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Syariah Ismailiah Alatas pada wartawan, Minggu (27/1/2019).

Hal itu disampaikan dalam dialog ArchitecTalk #8 di Kampus UII Yogyakarta, Jalan Kaliurang KM 14 Sleman. Dialog ini menjadi rangkaian pekan Seminar Karya Pameran Arsitektur Indonesia (Sakapari) 2019.

Acara yang digagas Program Studi Arsitektur UII Yogyakarta dengan Ikatan Aristek Indonesia (IAI) siang tadi dihadiri sekitar 250 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka dari kalangan akademisi hingga masyarakat umum yang berkecimpung dalam dunia arsitek.

"Kegiatan ini merupakan edukasi bagi khalayak umum, mahasiswa, hingga para arsitek, juga autokritik pada diri kita agar dalam merancang bangunan tidak merusak alam," kata Ketua Panitia Sakapari UII 2019 ini.

Menjaga lingkungan, kata dia, tak lepas dari peran arsitek dalam mendesain bangunan. Bangunan yang tak ramah lingkungan jelas menyumbang kerusakan alam dan lingkungan sekitar.

Para arsitek juga memiliki peran dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi tantangan yang dihadapi adalah membuat arsitektur yang minim tapak, yakni meminimalisir kerusakan di alam serta bangunan yang tidak menutupi semua permukaan tanah.

Ia mencatat dalam kurun waktu 2018 lalu, terdapat empat peristiwa kerusakan alam yang disebabkan arsitektural yang tidak ramah lingkungan. Kerusakan lingkungan diakuinya juga karena kelalaian arsitek dalam merancang bangunan.

Dalam Pekan Sakafari 2019 ini, fokus utama tentang arsitektur yang sustainability in architecture. Bagaimana para arsitek bisa mendesain rancang bangun yang berkelanjutan, ramah lingkungan, lestari dan asri.

Rektor UII Yogyakarta Fathul Wahid mengaku bangga atas gelaran Sakafari 2019 ini. Kegiatan ini sudah menjadi komitmen kampus agar menjadi pelopor arsitektur yang ramah lingkungan.

"Kampus UII ini sudah dikenal sebagai kampus green, kampus yang menghargai lingkungan agar tetap lestari," katanya. Menurut dia, berkat kepedulian terhadap lingkungan, UII menerima penghargaan Indonesian Green Awards Kategori Green Campus atau La Tofi School of CSR pada 2012, 2014 dan 2016.

"UII Yogyakarta masuk dalam 10 kampus hijau se Indonesia. Kalau untuk kampus swasta, UII nomor satu," ungkapnya. Hadir dalam dialog arsitek ternama Yu Sin yang karya-karyanya selalu menonjolkan ramah lingkungan. Karyanya juga sudah sering mendapatkan penghargaan.

Dalam membuat karya, Yu Sin tidak membedakan status ekonomi. Ia dikenal sebagai araitek rumah murah. Bahkan sering menggratiskan jasa arsitekturnya bagi pemilik rumah yang minim anggaran di bawah 25 juta.

Jurnalis: Danang
Editor: Jumali

Bagikan :

Video: Sandiaga Uno Beri Sorban saat Bertemu Pendukung Jokowi

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners