Rekomendasi

Blusukan Kampanye di Dapil, Caleg DPR RI Perindo Pertanyakan Netralitas ASN

Rabu, 23 Januari 2019 : 09.30
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Hiruk pikuk kampanye Pilpres dan Pileg 2019, oleh salah satu caleg DPR RI dapil Jateng V dari Perindo, Hendry Indraguna, terkait netralitas Aparat Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) dinilainya masih jauh panggang daripada api. Fakta dilapangan tak seperti yang digaungkan selama ini.

Hendry mengatakan, sejak ia turun ke lapangan melakukan sosialisasi di beberapa daerah, selain menyerap harapan masyarakat, ia juga mendapat laporan adanya intimidasi kepada masyarakat agar tidak menerima kehadirannya lantaran ada arahan dari pejabat setempat untuk memilih caleg lain.

"Jadi begini, untuk pemilu 2019 ini saya baru mempelajari, ternyata banyak kecurangan - kecurangan. Lurah atau Kepala Desa, Ketua RT, Camat, dipaksa untuk mencari suara bagi salah satu kandidat Caleg DPR RI. Itu kan, menurut saya nggak fair ya," kata Hendry dalam sebuah kesempatan bertemu hariankota.com usai berkampanye, Selasa (21/1/2019).

Hendry menyebut kasus yang ia alami sendiri salah satunya, ada sebuah desa dimana kepala desanya sengaja menakut - nakuti masyarakat agar ia membatalkan kegiatannya untuk datang ke desa tersebut.

"Ini sebenarnya kan nggak boleh, RT, RW, Lurah dipaksa cari suara. Biarkan saja masyarakat mengikuti hati nuraninya untuk menentukan mau memilih siapa. Nanti kalau nggak mau membantu mencarikan suara diancam akan diganti atau dicarikan masalah. Bagaimana ini," ujar Hendry.

Tak hanya itu Hendry yang telah berkeliling di dapilnya yaitu, Solo, Sukoharjo, Boyolali dan Klaten, juga merasa prihatin dengan adanya dugaan caleg yang memanfaatkan dana pemerintah untuk berkampanye tanpa bersusah payah turun ke lapangan menemui masyarakat calon pemilihnya.

"(tanpa menyebut nama) Ini sudah bukan rahasia umum lagi. Semua sudah tahu kok. (Seharusnya) Caleg DPR RI itu turun ke lapangan, turun ke masyarakat, temui konstituennya," katanya.

Menurut Hendry, calon wakil rakyat itu punya mata untuk melihat, punya hati untuk merasakan susahnya masyarakat, punya telinga untuk mendengar keluhan masyarakat, punya otak berpikir dengan akalnya menyelesaikan masalah.

"Itu baru Caleg DPR RI. Jangan hanya duduk di Jakarta saja, iya kan," tegasnya. Dari kegiatannya selama bersosialisasi menampung harapan masyarakat, Hendry juga mengkritisi tidak pekanya pejabat daerah dalam merespon persoalan yang terjadi ditengah masyarakatnya sendiri agar segera dicarikan solusi.

Sedikitnya ada empat persoalan yang sering dikeluhkan tiap kali ia turun yakni, tentang minimnya perhatian pemerintah di daerah untuk membantu membangun tempat ibadah, masalah kelangkaan air bersih, kepesertaan BPJS yang belum merata, dan kelangkaan pupuk bersubsidi bagi petani.

"Ini yang akan saya cari akar permasalahannya untuk mendapatkan solusi penyelesaiannya. Seperti membantu tempat ibadah, bagi saya nggak perlu nunggu saya terpilih. Sepanjang itu nggak melanggar aturan KPU pasti saya bantu. Ini menyangkut keyakinan saya kepada Gusti Allah," sebutnya.

Pada akhirnya, Hendry juga berharap agar pemilu 2019 kali ini tidak dikotori oleh para caleg dengan perbuatan yang tidak mendidik masyarakat berdemokrasi dengan baik, diantaranya politik uang, karena ujungnya dapat memicu korupsi.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Bagya Komang

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More