Rekomendasi

Blusukan Relawan Jokowi Bersama Sang Ibunda di Semprit Bawaslu, Apa Sebabnya?

Selasa, 15 Januari 2019 : 17.23
SUKOHARJO - Kegiatan Relawan Priyayi Solo Pro Jokowi blusukan bersama Ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomiharjo di Desa Duwet, Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo tempat Komunitas Pedagang Nasi Liwet, mendapat teguran dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo lantaran terindikasi kampanye ilegal.

Acara yang sedianya selain silahturahmi juga akan bagi - bagi kaos dan alat peraga kampanye berupa kalender Ju tersebut akhirnya urung dibagikan kepada puluhan ibu - ibu yang hadir. Ibunda Presiden hanya duduk dikursi sambil tersenyum kepada warga yang menyapanya.

Ketua Relawan Priyayi Solo Pro Jokowi, Noni Ruli mengatakan, kunjungan ini sebenarnya bertujuan menjalin silahturahmi antara Ibunda Presiden dengan para pengusaha sekaligus penjaja kuliner tradisional nasi liwet, dan untuk memastikan dukungan masyarakat terhadap Jokowi agar terpilih kembali.

"Ini adalah kegiatan relawan yang selalu blusukan ke grass root (akar rumput) se Solo Raya .Nah, kebetulan kemarin saya'matur' (menyampaikan kepada ibunda Presiden), apakah berkenan ikut blusukan. Kemana, saya jawab ke komunitas nasi liwet," kata Noni kepada hariankota.com mengutip komunikasinya dengan ibunda Presiden.

Noni berharap dengan kehadiran ibunda Presiden, akan ada efek positif dimana para penjual nasi liwet ikut mengkampanyekan Jokowi kepada para pelanggannya ketika mereka nanti berjualan di berbagai lokasi yang tersebar se Solo Raya.

"Disini ibu Sudjiatmi hanya datang tidak melakukan apa - apa. Hanya duduk mendengarkan pernyataan ibu - ibu bahwa mereka ternyata tetap milih Jokowi. Disini, mereka jadi tahu bahwa ibunda Presiden juga orang yang sederhana. Ini hanya satu titik yang kami datangi, tapi (dampaknya) akan jadi menyebar kesana - kemari," katanya.

Meski begitu, Noni menampik jika kegiatannya disebut kampanye. Selain itu, dia beralasan, tidak adanya Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) sesuai kententuan aturan kampanye dalam kegiatannya karena Relawan Priyayi Solo Pro Jokowi sudah mendapat registrasi dari Tim Kampanye Nasional (TKN).

"Karena kami sudah mendapatkan registrasi dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf dengan nomor 907. Jadi, setiap kami terjun ke masyarakat kemana - mana, selalu membawa sertifikat (registrasi dari TKN) itu," kata Noni yang dalam acara disertai puluhan relawan mengenakan atribut Jokowi - Ma'ruf berupa kaos berwarna dasar putih.

Sementara, Komisioner Bawaslu Sukoharjo Divisi Penyelesaian Sengketa, Eko Budiyanto menyatakan seharusnya dari TKN berkoordinasi dengan TKD agar memahami bahwa kegiatan kampanye relawan di daerah sesuai ketentuan juga harus membuat STTP. Kalau tanpa STTP maka sudah bisa dikategorikan kampanye ilegal.

"Tanpa STTP tidak boleh ada kampanye. Ini kan yang datang menggenakan atribut paslon, ada rencana pembagian kaos dan APK lainnya yang tidak jadi dibagikan. Tadi juga ada menyebut nama calon presiden. Untuk itu, kami akan mengirim surat peringatan (SP) pelanggaran kampanye. Ini sudah masuk pelanggaran administrasi," tegasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Bagya Komang

Bagikan :

Video: Sandiaga Uno Beri Sorban saat Bertemu Pendukung Jokowi

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners