Rekomendasi

Dugaan Pelanggaran Kades Suruh Mulai Temukan Titik Terang

Rabu, 30 Januari 2019 : 22.27
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Laporan aliansi Masyarakat Handrbeni Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, terhadap dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh kepala desanya, mendapat titik terang.

Satuan reserse dan kriminal Polres Karanganyar, menyatakan, berdasarkan serangkaian hasil penyelidikan, diperoleh kesimpulan sementara, bahwa Kepala Desa Suruh, telah melakukan pelanggaran dengan tidak memasukkan pendapatan asli desa yang bersumber dari proses lelangan tanah kas desa dan sewa atas tanah bengkok perangkat yang telah purna tugas ke dalam rekening kas desa serta menggunakan dana tersebut tanpa melalui mekanisme APB Des.

Perbuatan tersebut, bertentangan dengan Peraturan bupati Nomor 85 tahun 2015 tentang pengelolaan keuangan desa. Hal tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan yang disamoaikan penyidik Sat reskrim Polres Karanganayar kepada katua Aliansi Masayarkat Handarbeni Desa Suruh.

Menyikpai keluaranya surat pemberitahuan tersebut, wakil ketua Aliansi Masyarakat Handarbeni Desa Suruh, Sumarno, kepada hariankota.com serta awak media lain, mengaku masih belum bisa menerima hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Sat reskrim tersebut.

Menurut Sumarno, kesimpulan sementara Reskrim tersebut, hanya keterangan sepihak dari Inspektorat dan mengabaikan laporan awal dari Aliansi.

“Kami dari Aliansi Masyarakat Handarbeni Desa Suruh, belum bisa menerima kesimpulan yang menyatakan bahwa kepala desa telah melakukan pelanggaran. Kesimpulan dari Reskrim tersebut, diperoleh hanya dari Inspektorat dan mengabaikan laporan awal kami,” kata Sumarno, Rabu (30/01/2019).

Dijelaskannya, dalam laporan awal, pihaknya melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh kepala desa mulai tahun 2014, 2015 dan 2016. Kasus pelanggaran ini, lanjutnya dilaporkan tahun 2017 lalu. Namun dalam perjalanannya, masih menurut Sumarno, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan.

“Kami melihat ada kejanggalan. Tahun 2014-2016 jelas di APB Des ada uang yang tidak masuk. Kenapa uang yang tidak masuk, setelah dilaporkan tahun 2017, datanya bisa masuk di tahun 2018. Kami minta kejelasan dan kami tetap akan mendatangi Inspektorat untuk persoalan ini,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Suruh, Tasikmadu, Karanganyar, Ning Setyaningsih (52)dilaporkan ke Satreskrim Polres Karanganyar dalam dugaan tindak pidana korupsi (tipikor).

Kepala desa diduga menyelewengkan dana hasil lelang tanah kas desa 2014-2016. Pelapor dalam kasus itu adalah aliansi masyarakat desa Suruh, kecamatan Tasikmadu.

Kerugian pemerintah desa akibat dugaan korupsi ditaksir mencapai Rp169,7 juta.Angka itu didapat dari selisih pendapatan dalam APB Desa dengan kuitansi pembayaran lelang. Lelang meliputi tanah kas desa dan tanah bengkok perangkat desa yang pejabatnya kosong.

Jurnalis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More